Menag Imbau tak Kampanye di Lembaga Pendidikan
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengimbau seluruh peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tidak kampanye di lembaga pendidikan. Apalagi, hal itu sudah dilarang dalam undang-undang.  

"Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, lembaga-lembaga pendidikan dan rumah ibadah khususnya, tidak digunakan untuk politik praktis," tandas Lukman di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 21 Oktober 2018. 


Lembaga pendidikan hanya boleh untuk politik kenegaraan. Seperti, mengajak untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu, 17 April 2019 nanti. 

"Politik dalam pengertian makro, politik kenegaraan, politik kebangsaan, politik substantif, maksudnya mari gunakan hak pilih dengan bertanggung jawab itu adalah pendidikan politik dan sangat positif bagi semua kita umat bergama," tutur Lukman. 

Dia menegaskan, hal yang tidak diperbolehkan yakni melakukan kampanye untuk mendapatkan suara. Seperti mengajak memilih salah satu calon. 

(Baca juga: Kampanye di Pesantren Terancam Pidana)

"Pilih partai ini, jangan pilih partai itu, pilih caleg ini, jangan caleg itu. Itu yang tidak boleh," tandas dia. 

Lebih lanjut, ia juga mengimbau kepada seluruh tenaga pengajar di sekolah-sekolah untuk tidak terlibat dalam politik praktis. "Iya apalagi guru (tidak boleh melakukan politik praktis)," imbuh dia. 

Senada, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman meminta peserta pemilu tidak melakukan kampanye di lingkungan sekolah, pesantren dan tempat ibadah. "Seminar, dialog atau talkshow boleh. Yang tidak boleh adalah ke pondok pesantren dan ke universitas untuk kampanye. Itu enggak boleh," tegas Arief. 

Saat ini kampanye bagi calon anggota legislatif (caleg) dan calon presiden (capres) cawapres sedang berlangsung. Kampanye berakhir pada 13 April 2019. 
 



(REN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id