Diskusi terkait debat perdana - Medcom.id/Annisa Ayu Artanti.
Diskusi terkait debat perdana - Medcom.id/Annisa Ayu Artanti.

Durasi Menjawab Pertanyaan Debat Minta Ditambah

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
Annisa ayu artanti • 19 Januari 2019 14:59
Jakarta: Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan waktu lebih bagi tiap paslon dalam menjawab pertanyaan debat. Waktu yang disediakan dinilai terlalu singkat.
 
"Ketika sesuatu isu yang akan dibahas tapi waktunya belum selesai, ya mustinya ada fleksibilitas, oke bapak ditambahkan satu menit misalnya," kata Juru Bicara nomor urut 01 Jokowi-Ma'aruf, Lena Maryana Muktidalam dikusi di kawasan Sarinah, Jakarta, Sabtu, 19 Januari 2019.
 
Lena menyebut penambahan waktu ini supaya paslon bisa mengelaborasi jawaban. "untuk mengelaborasi jawaban tepat apa yang diinginkan oleh paslon yang bersangkutan," tutur Lena.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada, Direktur Materi & Debat Prabowo-Sandi, Sudirman Said menyebut masing-masing kandidat terkungkung dengan keterbatasan waktu saat menyampaikan gagasan atau pernyataan. Sudirman meminta moderator lebih moderat dengan tidak menganggu penjelasan kandidat dengan pemberitahuan waktu akan habis.
 
"Apakah waktunya tidak diberikan sedikit longgar supaya gagasan yang utuh bisa disampaikan pada masyarakat, misalnya moderator bertindak lebih moderat," tutur Sudirman.
 
(Baca juga:Kisi-kisi Pertanyaan Debat Tak Diberikan Lagi)
 

Kisi-kisi Pertanyaan Debat
 
Hal lain yang menjadi evaluasi pada debat perdana adalah pemberian kisi-kisi pertanyaan. Komisioner KPU periode 2012-2017 Sigit Pamungkas menilai KPU tidak hanya memberikan kisi-kisi tetapi pertanyaan sebanyak 20.
 
Lantaran itu jadi mengurangi esensi debat yang biasanya bersifat spontan. Jawaban masing-masing pasangan kandidat dinilai kurang 'greget' dan kurang maksimal.
 
"Tapi ini langsung pertanyaan. Jawab pertanyaan kemudian itu dilavalkan dua kandidat," ujar dia.
 
Dia berharap pada debat selanjutnya tidak ada kisi-kisi. Lena Maryana menyetujui hal itu.
 
Sebab, kata dia, yang dibutuhkan masyarakat adalah orisinalitas gagasan dari calon pemimpin untuk memecahkan masalah yang terjadi.
 
"Ya kami sepakat saja. Karena yang kami butuhkan itu kan jawaban spontanitas dari kedua paslon. Kemudian juga genuinitas dari paslon, dan kedua paslon terutama Pak Jokowi itu kan apa yang dipertanyakan adalah konsen beliau sehari-hari," pungkas Lena.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi