Calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Golkar Mukhamad Misbakhun--Istimewa
Calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Golkar Mukhamad Misbakhun--Istimewa

Misbakhun Gembleng Relawan Tekun demi Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
K. Yudha Wirakusuma • 15 Januari 2019 01:56
Pasuruan:Calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Golkar Mukhamad Misbakhun terus menggerakkan mesin politiknya. Fokusnya bukan hanya kembali meloloskan diri ke DPR, tapi juga memenangkan duet Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (Jokowi - Ma’ruf) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
 
Misbakhun menggenjot konsolidasi relawan pendukungnya di Probolinggo dan Pasuruan. Caleg petahana DPR di dapil Jatim II itu mewanti-wanti relawan pendukungnya tetap kompak.
 
Misbakhun menargetkan suara Golkar di dapil Jatim II pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 melebihi 150 ribu. Karena itu, dia meminta relawannya bekerja keras demi suara Golkar di Pasuruan dan Probolinggo yang termasuk sebagai wilayah Tapal Kuda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya berharap kekompakan tim terus dijaga. Tim mulai bekerja mencari suara agar target Golkar mendapat 150 ribu suara bisa tercapai,” ucapnya saat berbicara pada konsolidasi Relawan Tetap Misbakhun (Tekun) Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Senin, 14 Januari 2019.
 
Anggota Komisi XI DPR menuturkan, tensi politik tentu akan meningkat dalam momen Pilpres 2019. Terlebih berbagai hoaks menyasar Presiden Ketujuh RI itu.
 
Karena itu, Misbakhun juga membekali relawan Tekun dengan argumen untuk menangkis isu soal utang pemerintah di era Presiden Jokowi. Sebab, selama ini yang selalu digembar-gemborkan penentang Jokowi adalah pertambahan utang pemerintah.
 
“Kalau ada cerita bayi baru lahir itu sudah punya utang Rp12 juta, saya tanya bapak dan ibu semua apakah pernah ditarik untuk ikut bayar utang pemerintah? Tidak kan?” katanya.
 
Baca:Jokowi Lebih Dulu Bangun Infrastruktur Tanpa Utang
 
Narasi tentang tambahan utang sengaja dibuat. Padahal, pemerintah tidak bisa semaunya berutang karena harus melalui persetujuan DPR. Termasuk fraksi-fraksi partai yang selama ini menempatkan diri sebagai oposisi.
 
“Ini perlu dijelaskan. Biasanya partai politik setiap pembahasan APBN di DPR semua partai ikut dan setuju. Termasuk mereka yang teriak teriak soal utang,” terangnya.
 
Bagi Misbakhun, pemerintahan Presiden Jokowi berutang demi pembangunan. Angkapinjamannya pun sudah sesuai perhitungan dan persetujuan berbagai pihak.
 
“Kalaupun Indonesia membangun infrastruktur tanpa utang pasti bisa. Tapi pertanyaannya kapan bisa selesai? Bisa sampai puluhan tahun lagi,” ucap Misbakhun.
 
Legislator kelahiran Pasuruan itu lantas mencontohkan pembangunan jalan tol yang sekarang sudah sampai di daerah pemilihannya. Bahkan, Pasuruan di Jawa Timur hingga Merak di Banten sudah tersambung Tol Trans Jawa.
 
Padahal, kata Misbakhun, ruas Tol Gempol - Pasuruan sudah dibangun saat dirinya baru lulus SMP pada 1986. Namun, pembangunan ruas tol itu baru bisa diselesaikan di era Presiden Jokowi.
 
“Jalan tol dari Merak - Banyuwangi bakal menyambung ya zamannya Pak Jokowi. Bendungan dibangun, embung dibangun, pelabuhan dibangun, wilayah perbatasan dibangun,” katanya.
 
Misbakhun menambahkan, yang penting pertambahan utang juga disertai kenaikan aset pemerintah. “Sehingga penerimaan pajak negara bertambah jadi mempunyai kemampuan untuk mengembalikan utang,” urainya.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif