Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: MI/Bary Fathahilah
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: MI/Bary Fathahilah

Pengusutan Hoaks Surat Suara Murni Penegakan Hukum

Pemilu surat suara pemilu pilpres 2019
Lukman Diah Sari • 09 Januari 2019 18:43
Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan, proses hukum terhadap laporan hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos murni penegakan hukum. Penetapan tersangka yang dilakukan Polri, kata Prasetyo sesuai dengan fakta dan bukti yang ditemukan.
 
"Ini sepenuhnya konteks dari penegakan hukum, tidak ada politisasi kriminalisasi dan sebagainya. Semua berdasarkan fakta dan bukti," tegas Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Prasetyo menuturkan, kelak semua yang berkaitan dengan kasus tersebut bakal dibuka dalam persidangan. Sehingga setiap pihak bisa menilai keabsahan kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka yang dituduhkan sejak awal diberikan kesempatan luas untuk bela diri dan mangkir. Tapi mangkir juga harus dilandasi penjelasan masuk akal," ujarnya.
 
Lebih lanjut, kata Prasetyo, tugas jaksa penuntut umum akan membuktikan dakwaan di persidangan. Penyidik Polri, kata dia, telah memiliki bukti.
 
"Semua akan diungkap di persidangan," tandasnya.
 
Ia mengatakan, saat ini pihaknya juga telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terkait kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Pihaknya tengah menunggu kelengkapan berkas dari penyidik.
 
Baca:Loyalis Paslon Pilpres Diajak Setop Hoaks
 
Perkara hoaks surat suara tercoblos kudu dituntaskan dan diklarifikasi. Bila dibiarkan akan memberi pandangan keliru dan menganggu legitimasi pemilu.
 
"Kalau terjadi akan sangat memberikan efek tidak baik bagi praktek demokrasi Indonesia," jelasnya.
 
Terkait adanya hoaks selama pemilu, Jaksa Agung mengaku telah memberi instruksi khusus kepada jaksa di setiap wilayah. Yakni, untuk menjaga harkat dan martabat pemilu.
 
"Sekarang sudah ada kecenderungan yang kita lihat dan dengar ada beberapa pihak yang berusaha mendelegitimasi para penyelenggara pemilu dengan terakhir kemarin ada isu hoaks yang ditangani penyidik Polri," tandasnya.
 
Bareskrim Polri telah menangkap empat tersangka hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Salah satu dari empat tersangka, ialah kreator hoaks surat suara yakni BBP.
 
BBP sempat kabur dari DKI Jakarta, dan ditangkap di Garut, Jawa Barat. BBP bahkan sempat membuang barang bukti, sesaat setelah memviralkan hoaks tersebut.
 
Baca:Penangkapan Kreator Hoaks Menyelamatkan Demokrasi
 
BBP sempat kabur dari DKI Jakarta, dan ditangkap di Garut, Jawa Barat. BBP bahkan sempat membuang barang bukti, sesaat setelah memviralkan hoaks tersebut.
 

 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi