Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Ma'ruf Dorong Rekonsiliasi Ormas Islam

Pemilu pemilu serentak 2019
Arga sumantri • 23 April 2019 14:56
Jakarta: Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin ingin organisasi-organisasi masyarakat (ormas) Islam mengadakan rekonsiliasi setelah pemilihan umum (pemilu) berlangsung. Ma'ruf pun ingin memfasilitasi rekonsiliasi antarormas ini.
 
"Mungkin di kalangan ormas islam juga akan ada semacam silaturahmi juga. Tokoh-tokoh juga akan ada, ormas-ormas islam insyaallah ada silaturahim," kata Ma'ruf di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Selasa, 23 April 2019.
 
Ma'ruf mengatakan upaya rekonsiliasi penting guna menurunkan suhu politik yang panas akibat pemilu. Rekonsiliasi dinilai dapat kembali menyatukan masyarakat yang tampak terbelah akibat pilihan politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pokoknya tidak boleh ada keteganganlah di negara ini harus kita dinginkan," ujar Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.
 
Ma'ruf juga merespons positif rencana calon presiden (capres) petahana Joko Widodo mengutus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk menemui capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Pertemuan ini diyakini mencairkan suasana.
 
"Jangan sampai ada kesan bahwa ada permusuhan, padahal enggak ada. Jadi supaya rekonsiliasi juga," ucap Ketua nonaktif MUI itu.
 
Selain itu, Ma'ruf juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati tahapan pemilu yang masih berlangsung. Publik diajak menunggu hasil penghitungan suara selesai.
 
"Semuanya kita ikut aturan saja, kita tunggu sampai KPU (Komisi Pemilihan Umum) selesai menghitung real count-nya," ungkap dia.
 
Pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.
 
Baca: Publik Diminta Tak Khawatir soal Pemindahan Brimob
 
Berdasarkan hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih sekitar 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Angka yang ditampilkan dalam hitung cepat sejatinya tak beda jauh dengan sistem informasi hasil hitung suara (situng) KPU. Per siang ini, Jokowi meraih 55,12 persen suara, sedangkan Prabowo 44,88 persen dalam sistem resmi dari KPU ini.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif