Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

NasDem: Pesimisme Prabowo tak Akan Majukan Indonesia

Pemilu pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 15 Januari 2019 12:59
Jakarta: Pidato kebangsaan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dipandang sebagai pesimisme belaka. Sebab, sebagian besar isinya menihilkan prestasi bangsa Indonesia saat ini.
 
Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago melihat calon pemimpin seperti Prabowo, jika dipercaya memimpin, tak akan membawa Indonesia ke mana-mana. "Tak akan mampu membawa Indonesia lebih maju, kenapa? Karena pasti miskin gagasan dan cepat putus asa," kata Irma di Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Menurut Irma, pidato Prabowo sarat pesimisme. Sebab, tak ada hal baik di pemerintahan ini bagi eks Danjen Kopassus itu. Parahnya, pidato Prabowo hanya menjiplak dari apa yang sudah dilakukan Jokowi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu juga menegaskan bahwa Prabowo miskin gagasan. "Tapi wajar juga karena selain tidak punya pengalaman, semua program yang disampaikan rata-rata sudah dilakukan Pak Jokowi. Tidak ada yang baru," sebut Irma.
 
Baca: Prabowo: Banyak Kasus Bunuh Diri karena Ekonomi
 
Lebih lanjut, ia juga menampik beberapa tudingan sesat Prabowo tentang Indonesia. Misalnya kekuatan militer TNI yang dianggap belum mumpuni. Kenyataannya, TNI menempati peringkat 15 di jajaran kekuatan militer dunia, selain itu juga tercatat menempati urutan empat di Asia.
 
Masalah beras yang dikatakan Prabowo hanya tahan tiga minggu juga tak masuk akal, kata Irma. Sebab faktanya, cadangan beras bulog 1,3 juta ton, aman untuk enam bulan.
 
Lebih lanjut, Irma juga mengutip pernyataan Faisal Basri bahwa harga bahan pokok terkendali meski dalam keadaan rupiah yang terpuruk.
 
Selain itu, Irma juga membeberkan bagaimana Jokowi berpihak pada rakyat dengan mengambil alih Freeport. Hal yang tak pernah dilakukan presiden terdahulu. "Hanya Jokowi yang mampu ambil Freeport yang diserahkan mertua Prabowo," kata Irma.
 
Terakhir, ia mencibir Prabowo yang katanya terbuka pada kritik. "Faktanya yang bersangkutan marah-marah saat media tidak menulis apa yang beliau kehendaki dengan memboikot media," tandas Irma.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif