Seniman sekaligus pencipta lagu 'Jogja Istimewa' Marzuki Mohammad alias Kill the DJ. (Foto: Metro TV)
Seniman sekaligus pencipta lagu 'Jogja Istimewa' Marzuki Mohammad alias Kill the DJ. (Foto: Metro TV)

Pencipta 'Jogja Istimewa' Merasa Dirugikan oleh Kubu Prabowo

Pemilu pilpres 2019
16 Januari 2019 16:46
Jakarta: Seniman Marzuki Mohammad alias Kill the DJ mengaku merasa dirugikan secara moral atas pencatutan lagi Jogja Istimewa untuk kampanye salah satu kubu yang berkontestasi dalam Pilpres 2019. Bagi dia hal tersebut tak elok baik secara etika maupun moral.
 
"Secara moral saya dirugikan sekali. Banyak orang mengesankan saya mengizinkan (penggunaan lagu) dan mendukung Prabowo-Sandi," ujarnya melalui sambungan satelit dalam Metro Siang, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Marzuki mengatakan hingga saat ini belum ada permintaan maaf resmi yang disampaikan oleh kubu Prabowo-Sandi atas pencatutan lagu Jogja Istimewa. Ia memastikan proses hukum akan terus dilanjutkan selama tidak ada permintaan maaf.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terpenting saat ini, kata Marzuki, pelaporan atas kubu Prabowo-Sandi sebagai pembelajaran bagi semua pihak untuk menghargai hak kekayaan intelektual atas sebuah karya. Tak bermaksud memperpanjang masalah, Marzuki hanya meminta agar hak cipta dihormati dan dijunjung tinggi apa pun kondisinya.
 
"Sekarang masanya kampanye, jangan gampang menggunakan lagu orang untuk kampanye apa pun situasinya. Jangan sampai kita mewarisi bangsa Indonesia dengan etika buruk dan sampah kebencian," pungkasnya.
 
Marzuki protes lagu ciptaannya, Jogja Istimewa, dijiplak sebagai lagu kampanye Pilpres 2019 oleh sekumpulan pendukung pasangan calon Prabowo-Sandi di Yogyakarta tanpa izin. Rekaman video lagu modifikasi itu disebarkan di media sosial pertama kali oleh warganet bernama alias @CakKhum pada 10 Januari 2019.
 
Marzuki menyatakan tidak pernah memberikan izin pemakaian lagu ini untuk kepentingan kampanye politik. Dia sempat membuka kesempatan permintaan maaf, tetapi tidak mendapat respons yang diharapkan. Dia pun lantas melaporkan akun penyebar rekaman videonya ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif