Kuasa hukum OSO, Yusril Ihza Mahendra. Foto: MI/Rommy Pujianto
Kuasa hukum OSO, Yusril Ihza Mahendra. Foto: MI/Rommy Pujianto

Yusril Sebut KPU Ngawur

Pemilu pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 13 Desember 2018 05:30
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) mundur dari kepengurusan parpol apabila ingin maju sebagai calon anggota DPD. Kuasa hukum OSO, Yusril Ihza Mahendra menilai sikap KPU ini ngawur.
 
"Kalau sekarang kan dia (KPU) bilang, dengan menyurati OSO supaya sebelum tanggal 21 (Desember) mundur dari Hanura untuk melaksanakan putusan MK dan melaksanakan putusan PTUN, itu sebenernya orang ngawur aja yang ngomong begitu," kata Yusril ketika dikonfirmasi, Rabu, 12 Desember 2018.
 
Yusril menilai pernyataan KPU yang menyebut telah menjalankan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang meminta OSO dimasukan ke dalam daftar calon tetap anggota DPD dengan syarat sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 30/PUU-XVI/2018 yang melarang pengurus parpol nyaleg anggota DPD merupkan persepsi yang keliru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya putusan MK sudah ditindaklanjuti KPU dengan menerbitkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPD. Namun pada perkembangannya PKPU itu dipertegas oleh Mahkamah Agung (MA) bahwa aturan itu tidak boleh berlaku surut.
 
"Oleh MA PKPU 26 itu dikatakan bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi khusus memgenai pemberlakuan retroaktif itu. Atas dasar itulah PTUN mengabulkan seluruh gugatan OSO," ujar Yusril.
 
Baca jaga:KPU Beri Waktu OSO Mundur dari Parpol
 
Sebaliknya, menurut Yusril, KPU seharusnya langsung melaksanakan putusan PTUN. Hal ini lantaran putusan PTUN, menurut Yusril, bersifat individual.
 
"Kalau terhadap OSO-nya langsung, itu bukan putusan MK yang berlaku, tapi putusannya PTUN. Putusan PTUN itu individual, konkrit, final. Individunya siapa? Jelas individunya OSO. Kelihatannya KPU ini berkelit ke sana ke mari," ujar Yusril.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif