Pasangan calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin. MI/ Ramdani.
Pasangan calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin. MI/ Ramdani.

Pemecatan Erwin Bentuk Soliditas Golkar Menangkan Jokowi

Pemilu partai golkar pilpres 2019
Arga sumantri • 20 Maret 2019 08:22
Jakarta: Politikus Golkar Meutya Hafidz menyebut pemberhentian Erwin Aksa dari kepengurusan Golkar menegaskan soliditas partainya mengusung Joko Widodo di Pilpres 2019.
 
Pemberhentian Erwin dianggap sebagai bentuk ketegasan bahwa partai Golkar hanya fokus dan all out dalam barisan koalisi pengusung Jokowi.
 
Meutya mengaku menghormati keputusan Erwin Aksa yang berseberangan dengan sikap Partai Golkar. Namun, kata dia, Golkar tetap memiliki aturan partai yang wajib ditaati para kadernya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terlepas dari hal itu, ini merupakan bukti bahwa Golkar semakin solid dalam mengusung Jokowi," kata Meutya saat dihubungi, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Meutya mengatakan, dalam iklim demokrasi memang tidak tertutup kemungkinan ada pandangan yang berbeda. Namun, kata dia visi Golkar telah menjadi satu kesatuan yang mengikat setiap langkah kadernya. Lagipula, Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada 20 Desember 2017 sudah mengamanatkan bahwa kader partai harus solid.
 
"Pada satu kesatuan visi dan semangat untuk memenangkan Jokowi. Golkar Jokowi!" ucap Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu.
 
Meutya mengatakan, fokus dan perhatian Golkar semakin mantap menjelang hari pencoblosan pada 17 April mendatang. Fokus itu yakni sukses pemilu legislatif dan pemilu presiden.
 
Ia juga mengajak seluruh pihak terutama kubu oposisi untuk bertarung dengan cara yang bermartabat. Menurut Meutya sekalipun berbeda pilihan namun nilai persatuan, persahabatan, dan kejujuran mesti menjadi dasar setiap perjuangan.
 
"Ini yang selalu kami, Golkar maupun koalisi pendukung Jokowi terapkan," ujar dia.
 
Mantan Jurnalis itu menyatakan berbeda pilihan politik bukan menjadi alasan untuk menghalalkan segala cara. Berbeda pilihan politik juga bukan berarti bermusuhan.
 
Meski sudah diberhentikan, Meutya bilang Golkar tetap menilai Erwin Aksa sebagai sahabat partai. Bagi Meutya, Erwin merupakan sahabat sekaligus mitra yang sehat dalam persaingan Pilpres 2019.
 
Partai Golkar resmi memberhentikan Erwin Aksa dari jabatannya sebagai Ketua Bidang Koperasi dan UKM DPP Partai Golkar. Pasalnya Erwin secara terbuka memilih mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif