Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019--Antara/SIGID KURNIAWAN
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019--Antara/SIGID KURNIAWAN

Soft Voters Merapat ke Jokowi

Pemilu pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 22 Januari 2019 06:34
Jakarta: Debat perdana pemilihan presiden (pilpres) dianggap membuahkan hasil. Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima menyebut banyak pemilih terpikat performa Joko Widodo dalam debat.
 
Ia menyebut pendukung Jokowi garis keras semakin setia. Sementara pemilih yang masih ragu atau soft voters, semakin mantap memilih Jokowi.
 
"Dan soft voter-nya Pak Prabowo banyak yang berbalik ke kita," ujar Aria di Jakarta, Senin, 21 Januati 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dasarnya, kata dia, penjelasan Jokowi konkret dalam debat. Persoalan yang diangkat juga menyangkut perkembangan bangsa ke depan.
 
Hal tersebut, menurut Aria, menarik mereka yang berpikiran rasional. Mereka tentu melihat Jokowi sebagai praktisi tata kelola negara lebih mumpuni daripada kompetitor.
 
Pun demikian, Aria melihat ada segmen pemilih yang belum berubah usai debat. "Swing voter katanya masih belum bergerak tapi soft voter-nya Prabowo banyak ke kita karena soft voternya Prabowo orang rasional," imbuh Aria.
 
Dia membeberkan, kubu Jokowi-Ma'ruf akan berupaya maksimal menggerakkan swing voters. Sebab hal ini merupakan tantangan tersendiri, mengingat pemilih di segmen itu didominasi milenial atau generasi Y.
 
Salah satu cara yang ditempuh, kata dia, yakni pendekatan kreatif yang lebih mengakomodir jiwa pemuda. Bukan kaku dan saklek pada penjelasan dan dogma.
 
"(Misalnya) kemampuan mengabstraksikan bahwa indonesia kedepan adalah Indoensia yang berpengharapan," tandas dia.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif