Penyandang disabilitas fisik memasukkan surat suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara saat sosialisasi pendidikan pemilih dan simulasi pemilu 2019 bagi penyandang disabilitas di Jakarta. (Foto: MI/Ramdani)
Penyandang disabilitas fisik memasukkan surat suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara saat sosialisasi pendidikan pemilih dan simulasi pemilu 2019 bagi penyandang disabilitas di Jakarta. (Foto: MI/Ramdani)

Aturan Pendamping Pemilih Disabilitas

Pemilu disabilitas pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 14 Februari 2019 14:48
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) memungkinkan pemilih dengan kategori penyandang disabilitas ditemani pendamping saat mencoblos. Hal ini untuk memastikan hak suara pemilih difabel tersalurkan dengan baik.
 
Kepala Biro Teknis dan hubungan partisipasi masyarakat KPU Nur Syarifah mengatakan ada dua jenis pendamping bagi pemilih difabel.
 
"Pertama pendamping yang hanya mengantarkan ke bilik suara," ujarnya saat simulasi pemungutan suara pemilih difabel di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk kategori ini, kata Nur, pemilih difabel hanya didampingi sampai bilik suara. Proses pencoblosan surat suara dilakukan secara mandiri.
 
Baca juga:KPU Siapkan Braille di TPS
 
Selanjutnya, bagi kategori pemilih difabel yang membutuhkan bantuan dalam proses pencoblosan, KPU memberikan kesempatan bagi pendamping untuk mengantarkan pemilih difabel hingga masuk ke dalam bilik suara. Pendamping bahkan bisa mencobloskan surat suara untuk pemilih difabel yang tak mampu mencoblos secara mandiri.
 
"Tapi pilihan itu tetap hak si pemilih. Misalnya saya mau coblos partai jeruk. Mau calon nomor sekian, pendamping hanya menyobloskan," kata Nur.
 
Nur menyebut tak ada kriteria khusus bagi pendamping pemilih difabel. Namun, pada praktiknya, pendamping pemilih difabel umumnya adalah keluarga.
 
Andai tak memungkinkan didampingi keluarga, KPU memperbolehkan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) untuk mendampingi. Pemilih harus memberitahukan ke petugas terlebih dahulu jika dirinya memerlukan pendamping dalam mencoblos.
 
Baca juga:Simulasi Pemungutan Suara Memastikan Hak Difabel Terpenuhi
 
Untuk memastikan asas kerahasiaan, pendamping pemilih difabel wajib mengisi formulir pendamping. Di dalam formulir tersebut terdapat pernyataan pendamping tak akan membocorkan pilihan pemilih kepada siapa pun.
 
"Di dalam formulir itu bahkan ada ketentuan pidana bagi pendamping yang membocorkan pilihan penyandang disabilitas," kata Nur.
 
Pemungutan suara pemilu 2019 akan digelar 17 April 2019 mulai pukul 07.00 hingga 13.00 di TPS masing-masing. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu serentak 2019 mencatat 1.247.730 pemilih penyandang disabilitas, dengan rincian 83.182 tunadaksa, 166.364tunanetra, 249.546 tunarungu, 332.728 tunagrahita serta 415.910 penyandang disabilitas lainya.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi