Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Ma'ruf: Warisan Masalah yang Diterima Jokowi Besar

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
M Sholahadhin Azhar • 26 Desember 2018 12:33
Jakarta: Pertumbuhan Indonesia dari segi ekonomi makro patut diacungi jempol. Pertumbuhan ekonomi 5,27 persen di 2018. Hal itu menampik tudingan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan Indonesia setara dengan Rwanda di Benua Afrika dan Haiti di Benua Amerika.
 
"Jadi, enggak mungkinlah seperti negara-negara itu, secara pertumbuhan ekonomi cukup bagus," kata Ma'ruf di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Jika dibandingkan dengan negara maju, Ma'ruf menyebut posisi Indonesia bersaing dari sisi pertumbuhan ekonomi. Pemerataan yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sudah terbukti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Indonesia Tak Bisa Dibangun dengan Pikiran Negatif
 
Artinya, kata Ma'ruf, fokus pemerintah di bidang ekonomi tak perlu diragukan. Pemerataan melalui pembangunan infrastruktur dan bantuan bagi masyarakat kurang mampu, juga telah dioptimalkan. Dibuktikan dengan perubahan yang signifikan di era Jokowi.
 
"Perubahan pengurangan jumlah kemiskinan itu sangat signifikan. Warisan (masalah) yang diterima Pak Jokowi itu kan memang besar, tetapi sudah di bawah ya satu digit sekarang," imbuhnya.
 
Ma'ruf menegaskan banyak perubahan signifikan dari segi ekonomi. Sehingga tak relevan Prabowo menyamakan Indonesia dengan negara seperti Rwanda dan Haiti.
 
Perubahan positif ini, kata Ma'ruf, akan dilanjutkan jika Jokowi dan dirinya terpilih di Pemilihan Presiden 2019. Banyak skema besar yang telah dirumuskan, yakni terkait tenaga kerja dan arus baru ekonomi kerakyatan.
 
"Nanti di periode kedua kalau beliau terpilih itu akan ada lompatan-lompatan karena landasannya sudah terbangun," beber Ma'ruf.
 
Lebih lanjut, Ma'ruf mengkritisi pernyataan-pernyataan kontroversial. Tanpa menyinggung Prabowo, Ma'ruf menyebut pernyataan setiap pihak yang berkontestasi harus bermuatan positif.
 
"Ya kita boleh saja mencari dukungan tapi dengan cara-cara bermartabat, jangan menakutkan. Jangan kemudian tidak berdasar fakta-fakta yang tidak terjadi," tandasnya.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif