Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga (kiri)--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga (kiri)--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Alasan Kubu Jokowi Menolak Agenda Pemaparan Visi Misi

Pemilu pilpres 2019
Arga sumantri • 07 Januari 2019 14:13
Jakarta: Kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengakui menolak adanya pemaparan visi misi. Sikap itu lantaran kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin visi misi menggantikan debat kandidat.
 
"Jadi visi misi, habis itu enggak ada debat, kita enggak mau," kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2019.
 
Menurut Arya, bila hanya pemaparan visi misi, interaksi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden hanya terjadi satu arah. Lagipula, kata Arya, pemaparan visi misi juga sudah ada dalam format debat kandidat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Visi misi kecil bos, hanya satu arah. Kita mau perdebatan itu ada pendalaman. Ada pertanyaan dari masing-masing pihak," ucap politikus Perindo itu.

Arya pun menepis tudingan kubu Prabowo-Sandi yang menyebut Jokowi-Ma'ruf takut menyampaikan visi misi. Arya justru menilai kubu oposan yang takut menghadapi debat kandidat.
 
Kecurigaan bertambah lantaran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan kisi-kisi pertanyaan. "Jadi kok memutar balikkan fakta. Seakan kita takut visi misi," tegas Arya.
 
Pemaparan visi misi awalnya dijadwalkan pada 9 Januari 2019. Namun, KPU batal memfasilitasi berdasarkan kesepakatan dengan dua kubu. KPU menyerahkan sosialisasi visi misi kepada masing-masing kubu dengan waktu yang ditentukan sendiri.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif