Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo - Medcom.id/Faisal Abdalla.
Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Kubu Prabowo Tuding Hitung Cepat Gunakan Sampel DPT Bermasalah

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 23 April 2019 08:14
Jakarta: Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, menuding lembaga survei memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin hasil dari hitungan Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah. Kubu Prabowo sebelumnya melaporkan ada 17,5 juta DPT bermasalah ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
"Kami khawatir dan kami cemas bahwa angka selisih yang quick count -quick count itu diambil dari 17,5 juta nama itu," kata Hashim di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin, 22 April 2019.
 
Adik kandung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto itu mengatakan data 17,5 juta DPT berkali-kali telah dilaporkan ke KPU. Namun, tetap tidak ditindaklanjuti. Salah satunya banyak DPT dengan tanggal lahir sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sampai tiga hari sebelum hari pencoblosan 17 April, masalah itu belum tuntas, belum selesai, jadi masalah tetap masalah," kata Politikus Partai Gerindra ini.
 
(Baca juga:Hitung Cepat Tak Dilakukan Sembarangan)
 
Hashim yakin semua pihak menginginkan jalannya Pemilu yang jujur, adil dan transparan. Ia meminta KPU belum terlambat untuk menangani dan menindaklanjuti laporan BPN.
 
"Pak Prabowo sudah berulang kali di televisi dan hari Sabtu timnya Pak Djoko Santoso (Ketua BPN) sudah kirim surat resmi ke KPU dan Bawaslu," jelas Hashim.
 
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait hasil terkini Pilpres 2019. BPN meminta kedua lembaga itu menindaklanjuti hasil temuan di lapangan.
 
"Kami BPN Prabowo-Sandi meminta kepada KPU dan Bawaslu untuk dapat mengambil langkah-langkah tegas untuk menciptakan Pemilu yang benar-benar jujur dan adil," kata Hashim di Posko Media Center BPN, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 April 2019.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif