Jaringan Pemantau dan Relawan Independen (JaPRI), saat merilis penghitungan cepat Pilpres 2019. (Medcom.id/Amal).
Jaringan Pemantau dan Relawan Independen (JaPRI), saat merilis penghitungan cepat Pilpres 2019. (Medcom.id/Amal).

Kerap Ceroboh, Prabowo Tak Disukai Masyarakat Surabaya

Pemilu kampanye pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Amaluddin • 18 April 2019 19:09
Surabaya: Jaringan Pemantau dan Relawan Independen (JaPRI) merilis hasil penghitungan cepat Pilpres 2019 untuk Kota Surabaya, Jawa Timur, dan nasional. Hasilnya, Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, memproleh suara 75,84 persen di Kota Surabaya. Sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 24,16 persen.
 
"Data yang masuk sudah 100 persen," kata Direktur JaPRI, Radian Jadid, di Sekretariat Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Jatim, di Jalan Manyar Rejo, Surabaya, Kamis, 18 April 2019.
 
Ada beberapa faktor Jokowi-Ma'ruf menang telak di Surabaya. Di antaranya, Surabaya merupakan basis PDIP dan kaum Nahdliyin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, masyarakat tidak suka dengan sikap Prabowo yang kerap blunder saat orasi politik di hadapan publik. Misalnya, emosi hingga menggebrak meja saat orasi di Sleman, Jawa Tengah. Ia juga kerap tersulut emosi di beberapa debat capres.
 
"Sehingga masyarakat ragu untuk memilih Prabowo karena sikapnya yang kurang santun," ujarnya.
 
Jokowi-Ma'ruf unggul di Jatim dengan perolehan suara 68,36 persen. Prabowo-Sandi meraih 31,64 persen. Jokowi-Ma'ruf juga unggul secara nasional, yakni 58,43 persen dan Prabowo-Sandi 41,57 persen.
 
"Ini hasil sementara, sambil menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU secara manual berdasarkan formulir C1," kata Radian.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif