Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Sikap Politik Demokrat Bergantung Pada Pemenang Pilpres

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 10 Mei 2019 04:26
Jakarta: Partai Demokrat akan mengevaluasi posisinya sebagai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dukungan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke kubu 02 kemungkinan hanya bertahan sampai proses Pemilu rampung.
 
"Posisi Partai Demokrat akan menyelesaikan kewajiban moral politiknya hingga KPU menetapkan siapa pemenang Pemilu ini," kata Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dihubungi wartawan, Kamis 9 Mei 2019.
 
Sikap politik Partai Demokrat ke depan sangat tergantung pada siapa pemenang Pilpres 2019 nanti. Apakah Partai Demokrat bergabung dengan koalisi pemerintah atau tetap berada di luar pemerintah, bersikap penengah seperti Pemilu 2014 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Partai Demokrat akan mengevaluasi posisi politiknya, apakah akan berada di luar pemerintahan atau di pemerintahan, siapa yang menang nantinya," ujar Ferdinand.
 
(Baca: Demokrat: Prabowo Banyak Abaikan Arahan SBY)
 
Ferdinand meminta semua pihak menghormati sikap partainya. Termasuk kepada sosok Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen yang dinilai tidak mengerti perjalanan politik Partai Demokrat dan koalisi Prabowo-Sandi.
 
"Saran kepada senior saya Pak Kivlan untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang tidak baik dan justru kontraproduktif untuk pemenangan Prabowo-Sandi," jelas Ferdinand.
 
Kivlan Zen menuding sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) licik di Pilpres 2019. SBY dituding ingin menjegal Prabowo menjadi Presiden.
 
"Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik," kata Kivlan.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif