Pemilih menunjukkan tinta di jarinya seusai pencoblosan di TPSLN Moskow, Rusia. Foto: MI/Panca Syurkani,
Pemilih menunjukkan tinta di jarinya seusai pencoblosan di TPSLN Moskow, Rusia. Foto: MI/Panca Syurkani,

Kedamaian Pencoblosan Tak Boleh Dinodai Elite

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ilham wibowo • 21 April 2019 15:11
Jakarta: Jutaan masyarakat yang telah berpartisipasi di bilik suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 perlu menjadi teladan yang baik bagi elite politik. Situasi damai perlu dijaga hingga proses rekapitulasi surat suara rampung.
 
"Teladan baik ini melampaui target pemilih yang begitu tinggi, sangat disayangkan kalau dinodai elite politik yang tidak jaga suasana damai," kata Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Minggu, 21 April 2019.
 
Menurut dia, klaim prematur kemenangan pemilu yang terjadi saat ini hanya menimbulkan potensi perpecahan yang lebih tinggi. Silang pendapat ihwal metode penghitungan suara juga membingungkan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat punya harapan besar suasana damai terjaga, tetapi saat ini malah disuguhi kebingungan dan keraguan siapa pemenang capres (calon presiden)," ujar Ari.
 
Hasil hitung cepat atau quick count dari lembaga survei maupun real count dari lembaga internal pihak pendukung merupakan angka prediksi. Pengumuman hasil akhir hanya boleh dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah melalui tahapan sesuai mekanisme undang-undang.
 
"Kami minta sudahi klaim kemenangan dari elite politik dan menunggu. Mari kawal mulai dari kelurahan sampai tingkat nasional, kita tunggu proses ini," tutur dia.
 
Masyarakat, kata dia, sudah semakin cerdas memahami proses pemilu yang juga dikawal ketat oleh banyak pihak. Kesalahan yang terjadi saat penghitungan surat suara bisa langsung dikoreksi tanpa menghentikan seluruhnya proses pemilu.
 
"Jaga situasi aman damai dan terkendali. Jangan kemudian dirusak oleh elite politik yang tidak mampu mengendalikan diri dari desakan tim pemenangan," ujar dia.
 
Pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.
 
Baca: Hamdan Zoelva Mencium Potensi Sengketa Pilpres
 
Berdasarkan hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih sekitar 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Ketua KPU Arief Budiman menegaskan hasil hitung cepat hanya bisa dijadikan sebuah referensi. KPU akan mengumumkan resmi hasil perhitungan suara yang sah pada 22 Mei 2019.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif