Pengamat: Ubah Wajah Pemilu dengan Caleg Bersih
Ilustrasi--Medcom.id
Jakarta: Wajah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 harus berubah. Salah satu perubahannya, yaitu pemilu legislatif yang diisi dengan calon legislator (caleg) bersih.

Direktur Indonesia Budget Center Roy Salam mengatakan komitmen partai politik untuk tidak mengusung caleg yang pernah terjerat kasus korupsi menjadi sangat penting.


"Sebagai pemilih saya akan protes jika disodorkan oleh partai politik kader
yang koruptor. Apa tidak ada kader lain?" kata Roy dikutip dari siaran pers di Jakarta, Selasa, 31 Juli 2018.

Menurut dia, keseriusan parpol untuk memberantas korupsi memang menjadi pertanyaan. Karena masih banyak kader partai yang korupsi. Sudah demikian, masih juga nekat mengajukan mantan narapidana kasus korupsi sebagai caleg.

"Ini jadi pertanyaan, apakah benar parpol-parpol memiliki platform antikorupsi. Kalaupun ada platform antikorupsi, apakah benar-benar jadi prioritas partai," ucap Roy.

Baca: 16 Parpol Rampungkan Penyerahan Perbaikan Berkas Bacaleg

Bahkan, lanjut Roy, ada partai baru yang juga ikut-ikutan mengajukan mantan narapidana korupsi, sebagai caleg demi meraih suara karena calon yang bersangkutan memiliki basis pemilih.

Roy mengatakan ada beberapa kegiatan kampanye parpol mendapatkan dana dari APBN. Sehingga sangat menyedihkan apabila dana publik dipakai mendanai dan memfasilitasi koruptor.

"Fenomena ini jelas mencederai demokrasi dan proses pemilu yang berintegritas. Kualitas proses pemilu dan pascapemilu menjadi tidak selaras dengan besarnya dana yang dikeluarkan untuk pembangunan politik," terangnya.

Bawaslu telah mengumumkan daftar nama bakal caleg mantan napi korupsi di DPRD provinsi, kabupaten, dan kota, yang didaftarkan parpol-parpol peserta pemilu ke KPU.

Dalam daftar itu, Partai Gerindra menjadi partai yang paling banyak menyertakan nama mantan napi korupsi, yaitu 27 orang, diikuti oleh Partai Golkar 25 orang, NasDem 17 orang, Berkarya 16 orang, Hanura 15 orang, PDI Perjuangan 13 orang, Demokrat 12 orang, Perindo 12 orang, PAN 12 orang, PBB 11 orang, PKB delapan orang, PPP tujuh orang, PKPI tujuh orang, Garuda enam orang, dan PKS lima orang. PSI satu-satunya partai yang tidak mengajukan mantan narapidana korupsi sebagai caleg.



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id