Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Presiden Prabowo Subianto--MI/ Rommy Pujianto
Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Presiden Prabowo Subianto--MI/ Rommy Pujianto

Jokowi Dinilai Efektif Sampaikan Visi soal Pemerintahan

Pemilu debat capres pilpres 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 01 April 2019 12:16
Jakarta: Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dinilai lebih efektif memaparkan visi soal pemerintahan, saat debat keempat Pemilu 2019. Jokowi disebut mampu menghadirkan keunikan dengan membuat istilah baru.
 
"Jokowi lebih bisa memaparkan visi bidang pemerintahan secara efektif dalam empat poin," kata Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI Dini Suryani di Gedung LIPI, Jakarta Pusat, Senin, 1 April 2019.
 
Dini juga mengapresiasi cara Jokowi yang dinilai ingin merebut simpati pemilih pemula dengan istilah baru. Misalnya, kata dia, saat Jokowi menyebut pemerintahan 'Dilan,' yaitu singkatan dari digital dan melayani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemampuan memaparkan ini, lanjutnya, tidak ia temukan dalam diri Prabowo. Dini menilai Prabowo kurang efektif dalam menyampaikan visinya di bidang pemerintahan, kendati hanya memiliki dua visi. "Prabowo visinya hanya dua poin tapi disampaikan dalam kalimat kurang efektif," imbuhnya.
 
Dini menyebut Prabowo sekadar merumuskan permasalahan dan bukan menyampaikan visi. Dia juga mencontohkan pemaparan Prabowo yang bertolak belakang soal teknologi.
 
Dalam debat, kata Dini, Prabowo mengatakan lebih baik menggunakan teknologi lama daripada kekayaan Indonesia mengalur ke luar negeri. Hal ini, lanjutnya, kontras dengan salah satu program andalannya yaitu single identity card.
 
"Hal ini bertolak belakang. Di satu sisi tidak butuh teknologi canggih, namun single identity card membutuhkan teknologi canggih," pungkas Dini.
 
Baca: Jokowi Siap Bekerja, Prabowo Terlalu Banyak Berpikir
 
Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai capresnya menyampaikan strategi selama debat keempat Pilpres 2019. Selama debat, pernyataan Jokowi bukan retorika semata.
 
"Dalam debat ini titik beratnya adalah strategi bukan informasi. Kita melihat calon 01 tadi mengetengahkan strateginya, bukan berbicara retorika," kata Wakil Ketua TKN, Moeldoko usai debat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019.
 
Moeldoko menilai masyarakat tak membutuhkan informasi terkait masalah apa yang sedang dialami bangsa ini. Masyarakat membutuhkan solusi yang ditawarkan oleh kedua kandidat. Jokowi dianggap telah menawarkan berbagai solusi strategis.
 
Sementara itu, Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno terkesan dengan sikap kedua calon presiden di debat keempat. Di akhir debat, Jokowi dan Prabowo menunjukkan komitmen terhadap persatuan bangsa meski berbeda pilihan politik.
 
"Menurut saya closing-nya cantik dua-duanya. Dan kita apresiasi Pak Jokowi menggunakan closing statement itu untuk memastikan persahabatan, dan Pak Prabowo juga menggunakan closing statement untuk meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa perbedaan pilihan politik itu wajar jangan sampai memecah belah bangsa ini," kata Sandi di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu malam, 30 Maret 2019.
 
Sandi menambahkan performa Prabowo di debat keempat sudah sesuai harapannya. Mantan Danjen Kopassus itu berhasil menyampaikan poin-poin yang menjadi topik utama dalam debat.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif