Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Dahnil Anzar: Kasus Pelanggaran HAM Isu Usang Serang Prabowo

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Whisnu Mardiansyah • 01 Januari 2019 05:26
Jakarta: Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak tak heran isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) kerap muncul. Isu yang dimunculkan untuk menyerang Prabowo itu disebut sudah usang.
 
"Di Indonesia ini memang punya isu tahunan, debat tahunan. Di pilpres juga ada isu tahunan kalau Pak Prabowo maju, yaitu penculikan. Selalu itu," kata Dahnil dalam refleksi akhir tahun di Media Center BPN, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin, 31 Desember 2018.
 
MenurutDahnil, penyelesaian kasus itu tak pernah ada kejelasan. Meski pemerintahan terus berganti, isu penculikan kembali hangat kala Prabowo maju dalam panggung politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Orang hanya menggunakan itu sebagai isu murahan, tetapi enggak punya komitmen untuk menyelesaikan. Ini yang mengerikan di Indonesia," ketus Dahnil.
 
Selain isu pelanggaran HAM, isu sentimen agama pun kerap dimainkan. Ketika perayaan Hari Natal, Prabowo juga diserang soal isu menganut agama Nasrani.
 
"Isunya sampai ke bawah, kemudian di Jatim segala macam. Sampai ke bawah, isu yang disebarkan, politik identitas, itu Prabowo itu Kristen. Bahasanya gitu di tingkat grass root," teragnya.
 
Dahnil meminta serangan politik identitas itu harus dihentikan. Prabowo-Sandi selalu berkampanye isu ekonomi, pembangunan, politik, sosial, dan budaya.
 
"Tidak masuk pada isu wilayah menyerang pribadi, apalagi terkait isu SARA," ucap Dahnil.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif