KPU Terima Masukan Isu Debat Capres
Ketua KPU Arief Budiman dan Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal - Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai mematangkan format debat publik capres-cawapres untuk Pemilu 2019. KPU menerima masukan dari sejumlah pihak terkait isu yang akan diangkat pada debat. 

Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyambangi gedung KPU hari ini. Dino memberi masukan agar debat juga turut mengangkat isu global. 


"Isu yang paling berdampak pada Indonesia dan isu Indonesia bisa berdampak pada dunia internasional. Apakah mengenai globalisasi, ASEAN, terorisme dan semakin memburuknya konsidisi geopolotik. Semua ini adalah hal-hal yang harus dipikirkan oleh siapa pun yang memimpin Indonesia ke depan," kata Dino di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2018. 

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan FPCI bukan satu-satunya organisasi yang memberikan masukan terkait isu yang bakal diangkat pada debat capres-cawapres. Sejumlah organisasi dari bidang lain juga sudah meminta KPU memasukan isu yang mereka angkat ke dalam debat publik. 

(Baca juga: Dino Patti Djalal Beri Masukan Debat Isu Global)

"Banyak yang sudah memberikan masukan ke kita, di antaranya budayawan sudah, kemudian organisasi lingkungan hidup juga sudah meminta isu lingkungan diangkat ke dalam debat," tutur Arief. 

Selain itu, organisasi keagamaan juga sudah meminta KPU memasukan isu kerukunan antarumat bergama ke dalam debat capres-cawapres. KPU menampung semua masukan tersebut. 

"Tetapi yang harus dipahami mungkin ruang untuk setiap isu itu satu pertanyaan. Jadi memang tidak banyak. Karena jumlah debat kita juga terbatas sementara banyak pihak juga ingin isu-isunya menjadi isu penting dan dimasukan dalam pertanyaan," beber dia. 

Rencananya debat publik Pilpres 2019 akan digelar lima kali. Debat publik pertama akan diselenggarakan Januari 2019 mendatang.





(REN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id