Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan--Medcom.id/Nur Azizah
Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan--Medcom.id/Nur Azizah

Survei SMRC: Jokowi Unggul Jauh dari Prabowo

Pemilu survei pilpres 2019
Fachri Audhia Hafiez • 17 Maret 2019 18:18
Jakarta: Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan masyarakat tak mudah terpengaruh dengan berita bohong, yang dikaitkan dengan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. Masyarakat cukup selektif dalam menerima informasi.
 
“Masyarakat ternyata cukup selektif dan tidak menerima begitu saja berita negatif yang disiarkan tentang Jokowi,” kata Direktur SMRC Djayadi Hanan di Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019.
 
Djayadi menjelaskan, survei SMRC menunjukkan masyarakat umumnya skeptis dengan berita dan informasi negatif tentang Jokowi yang terkait dengan Islam, China dan komunisme. Sebanyak 6 persen warga yang percaya Jokowi terkait dengan PKI, sementara 73 persen menyatakan tidak percaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Begitu pula hanya 6 persen warga yang percaya dengan berita bahwa Jokowi anti-Islam, sementara 76 persen menyatakan tidak percaya.
 
"Hanya 10 persen warga yang percaya Jokowi kaki tangan China, sementara 69 persen menyatakan tidak percaya," ujar Djayadi.
 
Dukungan masyarakat kepada capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Survei SMRC kali ini menunjukkan angka 57 persen. Angka ini jauh mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang hanya memperoleh 31,8 persen.
 
"Bila pemilihan presiden dilakukan pada pertengahan Maret ini, hampir pasti Jokowi-Mar’ruf terpilih sebagai pasangan Presiden-Wakil Presiden,” ujar Djayadi.
 
Djayadi menjelaskan, perolehan suara Jokowi-Ma’ruf ini merupakan peningkatan dari hasil survei Januari lalu, yakni 54,9 persen. Sementara Prabowo-Sandiaga pada Januari lalu hanya mendapat 32,1 persen.
 
Kenaikan suara dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf ini, lanjut Djayadi, berhubungan dengan optimisme masyarakat dengan kondisi ekonomi. Selain itu, masyarakat percaya kemampuan Jokowi memimpin kembali Indonesia.
 
"Kemudian (dukungan suara dipengaruhi -red) penilaian masyarakat mengenai perdebatan, serta ketidakpercayaan masyarakat terhadap berbagai berita bohong dan fitnah yang menyudutkan Jokowi," jelas Djayadi.
 
Djayadi menambahkan, sebanyak 71 persen mengaku cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Hal ini terlihat dari angka 66 persen bahwa warga optimistis kemampuan Jokowi.
 
"Hanya 18-19 persen warga yang menyatakan kondisi ekonomi nasional dan ekonomi lebih buruk dari tahun lalu," ujar Djayadi.
 
Baca: Kepemimpinan Jokowi Dinilai Lebih Matang Ketimbang Prabowo
 
SMRC mencatat, rakyat Indonesia juga menyatakan puas dengan kebijakan pemerintah dalam sektor sosial-ekonomi dan keamanan. Kemudian dari sisi kesehatan, penanggulangan narkoba, ancaman teroris hingga pembangunan insfrastruktur dan pengendalian nilai tukar rupiah terhadap U$D.
 
"Yang masih kurang positif adalah evaluasi atas kebutuhan pokok (sembako). Namun dalam hal ini pun trennya menunjukkan perubahan dari survei sebelumnya,” ucap Djayadi.
 
Publik nasional juga memandang persoalan lapangan kerja, pengangguran, pemerataan, dan kemiskinan semakin tertanggulangi. Dengan demikian, yang menilai keadaan saat ini membaik lebih besar dibandingkan dengan menilai sebaliknya.
 
Djayadi menambahkan, mereka yang menonton debat, umumnya menilai Jokowi lebih baik dari Prabowo. Sebanyak 61 persen menganggap Jokowi lebih baik di debat kedua, sementara hanya 29 persen yang menilai Prabowo lebih baik.
 
Survei SMRC ini digelar sepanjang Februari-Maret 2019. Responden yang terlibat sebanyak 2820, dengan margin of error sebanyak 2 persen.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif