Prabowo Subianto. Foto: Antara/M Adimaja
Prabowo Subianto. Foto: Antara/M Adimaja

Jawab Tudingan Prabowo Polri Diminta Buktikan Netralitas

Pemilu Prabowo-Sandi
16 Januari 2019 06:52
Jakarta: Netralitas Polri diragukan saat calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut institusi penegak hukum ini lebih mementingkan individu daripada setia kepada bangsa dan negara. Untuk menjawab tudingan itu, Polri dituntut untuk membuktikan netralitasnya. Terutama dalam menjaga kondusivitas pada Pemilu 2019.
 
“Saya yakin Polri akan menjaga netralitasnya dengan tak menjadi alat partai ataupun calon presiden mana pun, baik capres nomor urut 01 maupun 02,” kata Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, melalui keterangan tertulis, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Menurutnya, Polri sudah memiliki perangkat untuk menegakkan netralitas yakni Telegram Kapolri Nomor STR/404/ VI/ Ops 1.3/2018 tentang Pedoman Petugas PAM di TPS. Aturan itu efektif diterapkan saat pemilihan kepala daerah. Polri juga telah membuka hotline melalui Divisi Propam terkait aduan penyelenggaraan pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kedua perangkat itu menjadi barometer bagaimana Polri menjaga netralitas dalam ajang pesta demokrasi,” tegas Sahroni.
 
Ia juga meminta Polri membuktikan diri dengan menangani perkara secara seimbang. Kapolri juga jangan larut terhadap tudingan miring mengenai netralitas saat pemilu. Apalagi Korps Bhayangkara ini bertanggung jawab mengamankan proses pemilu dari berbagai gangguan, baik teror hingga potensi disintegrasi.
 
"Konflik horizontal, terorisme, maupun ancaman lain yang mengganggu pemilu harus bisa diantisipasi dengan melakukan sinergi bersama instansi lain seperti TNI,” imbau Sahroni.
 
Baca: Pidato Kebangsaan Prabowo Diharapkan Tak Menyebar Pesimisme
 
Prabowo di akhir pidato bertajuk 'Indonesia Menang' pada Senin, 14 Januari 2019, meminta aparat kepolisian untuk setia kepada bangsa dan negara, bukan kepada individu. Ia mengatakan rakyat mendambakan polisi yang hebat, unggul, disegani, dan dihormati, bukan aparat yang ditakuti.
 
"Setialah kepada bangsa dan negara. Jangan kepada individu-individu. Kita harus yakin rakyat Indonesia mendambakan aparatnya berbuat yang terbaik untuk mereka. Tidak ada kekuasaan yang langgeng kalau tidak dicintai rakyatnya sendiri," ucap Prabowo.
 
Pidato Prabowo tersebut juga telah ditanggapi oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal. Ia meyakinkan tugas pokok dan fungsi korpsnya adalah melayani, melindungi, mengayomi, serta menjamin keamanan masyarakat. “Dari dulu setia kepada bangsa dan rakyatnya," ujar Iqbal.
 

 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif