Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara, Jakarta. Foto: Ramdani/MI
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara, Jakarta. Foto: Ramdani/MI

AHY Tak Sowan ke BPN Sebelum Bertemu Jokowi

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Arga sumantri • 04 Mei 2019 17:02
Jakarta: Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut tak mengetahui kalau Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hendak menemui Presiden Joko Widodo. Tak ada pemberitahuan dari AHY kepada koalisi Prabowo-Sandi soal rencana pertemuan tersebut.
 
"Mas AHY tidak ada izin dan konfirmasi ke kami soal rencana pertemuan tersebut," kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade seperti dilansir Antara, Sabtu, 4 Mei 2019.
 
Belakangan, kata Andre, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan kepada BPN terkait pertemuan tersebut. Menurut Andre, Hinca juga memastikan Demokrat tetap berada di barisan pendukung Prabowo-Sandi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami percaya pada pernyataan Bang Hinca yang menyatakan tetap berkomitmen dalam koalisi Indonesia Adil dan Makmur," ucap politikus Gerindra itu.
 
Andre meyakini pertemuan AHY dan Jokowi hanya bersifat pribadi dan tidak membawa nama insitusi partai. Andre tetap yakin Demokrat tak berpaling. "Kami menghormati pertemuan itu."
 
Baca: Jokowi-AHY Diyakini Belum Membahas Koalisi
 
Sementara itu, Juru Debat BPN Prabowo-Sandi Saleh Daulay menilai pertemuan Jokowi dan AHY terjadi dalam konteks politik kebangsaan dan tidak membicarakan politik praktis. Komunikasi dua tokoh itu pun dinilai tak ada yang istimewa.
 
"Saya melihat pertemuan itu dalam konteks politik kebangsaan yang lebih luar," ucap Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
 
Menurut Daulay, imbauan AHY agar seluruh pihak menghormati Pemilu, konteksnya adalah hasil pemilu yang dilaksanakan secara jujur dan adil. Daulay pun menegaskan koalisi oposisi belum goyah dan akan terus berjalan.
 
"Komunikasi lintas partai masih berjalan cukup baik. Semua masih berkomitmen menunggu akhir penghitungan manual," ungkap Daulay.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif