Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Foto: Antara/Wahyu Putro.
Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Foto: Antara/Wahyu Putro.

Presiden Minta Polisi Menindak Orang yang Melemahkan KPU

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Dheri Agriesta • 09 Januari 2019 15:22
Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak menghormati Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu. Presiden berpesan kepada Polri untuk menindak oknum yang berusaha mendelegitimasi KPU.
 
"Aparat tidak boleh membiarkan kegiatan yang ingin melemahkan, mendelegitimasi KPU, karena apapun KPU adalah penyelenggara pemilu," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
 
KPU memiliki pekerjaan cukup berat tahun ini. Indonesia untuk pertama kali menggelar pemilu legislatif dan pemilu presiden secara serentak.
 
Jokowi mengajak seluruh pihak mendukung segala upaya yang dilakukan KPU. Karena, dukungan itu dapat membantu terlaksananya pemilu.
 
"Jadi kalau ada orang, ada pihak-pihak yang ingin melemahkan mendelegitimasi itu saya sampaikan ke Kapolri juga tegas," kata Jokowi.

Baca: Delegitimasi KPU Ulah Penjahat Politik

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta para peserta pemilu maupun tim sukses tak menyebarkan berita bohong yang dapat merusak legitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, Tjahjo yakin tak ada tim sukses dan peserta pemilu yang ingin melakukan itu.
 
"Kalau ada berarti itu adalah penjahat politik. Siapa pun orangnya," kata Tjahjo di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.
 
Tjahjo tak menjelaskan sosok yang dimaksud penjahat politik. Menurut dia, siapa pun yang mengacaukan proses konsolidasi demokrasi dapat disebut sebagai penjahat politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi