ilustrasi. Medom.id/Rizal
ilustrasi. Medom.id/Rizal

Elektabilitas Golkar dan Demokrat Diprediksi Tergeser

Pemilu pemilu serentak 2019
21 Maret 2019 20:55
Jakarta: Elektabilitas Golkar dan Demokrat diprediksi tergeser. Posisi mereka dibayangi PKB yang yang menuai coattail effect dari sosok calon wakil presiden Ma`ruf Amin.
 
Selain itu, figur calon presiden Joko Widodo dan calon presiden Prabowo Subianto berdampak positif pada elektabilitas PDI Perjuangan dan Partai Gerindra. Kedua partai itu diprediksi menjadi juara di Pileg 2019
 
Hal itu terlihat dari hasil survei New Indonesia Research & Consulting (NIRC) yang menunjukkan elektabilitas PDIP dan Gerindra naik signifikan dibandingkan Pileg 2014. PDIP meraih elektabilitas 26,2 persen, naik dibanding 2014 yang kurang dari 20 persen. Gerindra dengan elektabilitas 14,1 persen kini menempati posisi runner up.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sementara itu yang belum menentukan pilihan makin mendekati satu digit, hanya tinggal 10,3 persen,” kata Manajer Riset New Indonesia Research & Consulting, Andreas Nuryono, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Baca: Survei: Golkar Terlempar dari Posisi Dua
 
Artinya pemilih yang masih gamang jumlahnya makin berkurang. Parpol besar seperti Golkar dan Demokrat terancam turun suaranya. Golkar yang biasanya juara pertama atau kedua rawan tergeser ke posisi ketiga.
 
Elektabilitas Golkar saat ini tersisa tinggal 9,8 persen. Sedangkan Demokrat dengan elektabilitas 6,4 persen harus bersaing dengan PKB yang meraih 7,2 persen.
 
“Pada posisi papan tengah, sejumlah parpol diprediksi lolos maupun masih harus berjuang menembus ambang batas,” jelas Andreas.
 
Hanura menjadi parpol yang paling terancam tidak dapat mengirim wakil ke Senayan, sedangkan PBB dan PKPI dapat dipastikan kembali mengulangi kegagalan serupa pada Pileg 2014.
 
Di antara parpol baru, elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencapai 3,9 persen, sedangkan Perindo menyusul sebesar 1,9 persen. “Dua parpol baru lainnya yaitu Berkarya dan Garuda berada pada posisi papan bawah dengan elektabilitas nol koma,” tutur Andreas.
 
Dalam waktu kurang sebulan lagi, jumlah undecided voters akan terus berkurang. Artinya potensi kenaikan elektabilitas masih mungkin terjadi. “Para pemilih gamang akan makin memantapkan pilihan, khususnya pada musim kampanye terbuka dan penayangan iklan di media massa,” kata Andreas.
 
Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 1-10 Maret 2019, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 
Berikut adalah hasil survei lengkap elektabilitas Pileg 2019:
 
PDIP ????26,2%
Gerindra ???14,8%
Golkar ????9,8%
PKB???? 7,2%
Demokrat ???6,4%
Nasdem? ??4,5%
PAN???? 4,3%
PPP???? 4,1%
PSI??? ?3,9%
PKS ????3,6%
Perindo ???1,9%
Hanura??? 1,0%
PBB???? 0,9%
PKPI??? ?0,5%
Berkarya ???0,4%
Garuda??? 0,2%
Tidak tahu/tidak jawab?10,3%
 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif