Danpom TNI, Mayjen Dedy Iswanto - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Danpom TNI, Mayjen Dedy Iswanto - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

POM TNI Telusuri Oknum Penyalahgunaan Pelat Dinas

Pemilu tni pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 22 Maret 2019 18:36
Jakarta: Pusat Polisi Militer (POM) TNI ikut menelusuri aksi penyalahgunaan pelat kendaraan dinas yang viral di media sosial. Sanksi tegas dipastikan bakal berlaku bagi oknum yang terlibat.
 
Komandan POM TNI Mayor Jenderal TNI Dedy Iswanto memastikan plat nomor yang digunakan pada sebuah mobil jenis Pajero berpelat TNI dengan nomor seri 30005-00 diguinakan tidak pada tempatnya. Kendaraan tersebut jadi perbincangan lantaran mengkampanyekan pasangan Capres 02 Prabowo-Sandi.
 
"Jika sudah menjadi terang suatu permasalahan akan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku," kata Dedy di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat 22 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


TNI dalam pemilu ini diultimatum netral dalam setiap pergerakannya. Temuan viralnya mobil Pajero yang mengkampanyekan Prabowo-Sandi itu dinilai bisa memframing kepada masyarakat ihawal ketidaknetralan TNI.
 
Baca juga: TNI Pastikan Pelat Dinas pada Kendaraan Kampanye Palsu
 
Dedi mengatakan TNI masih menyelidiki keterlibatan onkum pengguna pelat TNI itu. Sanksi yang sesuai juga sedang dalam pengkajian.
 
"Jadi, kita cari tahu tentang unsur-unsur pelanggaran dilakukan. Tentunya dari unsur pelanggaran itulah yang akan kita lihat sanksinya. Menyesuaikan dengan hal itu," ujar Dedi.
 
Temuan awal plat nomor kendaraan dinas tersebut berbeda penempatan jenis kendaraan yang diregistasikan. Tindakan tersebut dinilai masuk pada aksi pelanggaran displin anggota TNI.
 
"Jenis kendaraannya tidak sesuai dengan resgistrasi yang ada di Mabes TNI yang mana itu tadi registrasi militer dalam hal ini Mabes TNI Mitshubisi Lancer," kata Dedy.
 
Sementara itu, Kapuspen TNI, Mayjen Sisriadi bahwa TNI menegaskan pihaknya tidak membela pasangan calon manapun dalam pemilu. Netralitas TNI tetap harga mati.
 
"Jadi itu rekan-rekan sekalian klarifikasinya yang perlu saya sampaikan bahwa tni tetap memegang komitmen untuk tetap netral dalam pelaksanaan pemilu 2019," kata Sisriadi.
 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif