SBY Anggap Wajar Suhu Politik yang Memanas
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (MI/Rommy Pujianto)
Jakarta:Suhu politik menjelang pemilihan presiden dan legislatif 2019 memanas. Masing-masing pasangan calon presiden dan calon wakil presiden saling mengeluarkan strategi untuk menarik suara.

Begitu juga yang dilakukan partai politik dan calon legislatif. Menurut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memanasnya suhu politik lumrah.


"Suhu politik semakin panas dan puncaknya nanti akan konfrontatif seperti tahun 2004, 2009, dan 2014. Itu wajar," kata SBY dalam program PrimeTalk Metro TV, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Baca: NasDem: Capres Tak Pantas Merendahkan Rakyat

Dia mengingatkan para peserta pemilu tidak menggunakan politik identitas dalam mencari simpati masyarakat. Dia tak mau politik identitas membakar demokrasi di Indonesia.

"Politik identitas jangan semakin menjadi-jadi, Jangan sampai paham dan ideologi muncul lagi. Ini harus dicegah untuk tidak muncul mengalahkan common sense dari nilai demokrasi," ujar dia.

Baca: BPN Prabowo-Sandi Sayangkan Tampang Boyolali Dipolitisasi

Presiden keenam RI ini mengingatkan masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan kebijakannya. SBY mewanti-wanti untuk tidak tergoda menggunakan politik identitas ekstrem yang menyebabkan kebencian.

"Jadi, kalau suhu politik panas itu wajar yang penting tidak menggunakan politik identitas," pungkas dia.



(AZF)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id