Jokowi Mencintai Kiai dan Santri
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan). Foto: Antara/Hafidz Mubarak.
Malang: Presiden Joko Widodo disebut mencintai kiai dan santri. Jokowi memilih calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin sebagi pendampingnya karena mencintai kiai dan Nahdlatul Ulama (NU).
 
Kiai Ma`ruf meminta dukungan para kiai dan ulama dari wilayah Malang Raya terkait dengan pencalonan dirinya bersama Jokowi.
 
Ma'ruf mengatakan dirinya tidak meminta dipilih sebagai pendamping Jokowi pada Pemilu 2019. Namun, Jokowi memilihnya karena menginginkan pasangan dari kalangan NU.
 
"Saya ingin pamit, minta restu, minta doa, sebagai umat Islam saya dipilih menjadi calon Wakil Presiden Republik Indonesia. Saya tidak meminta, tetapi Pak Jokowi maunya kader NU," kata Ma'ruf dikutip dari Media Indonesia,Selasa, 30 Oktober 2018.
 
Dalam kesempatan itu tercatat ada sekitar 300 kiai dan ulama dari wilayah Malang Raya, yang merupakan gabungan dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, hadir di acara tersebut.

Baca: Survei: Jokowi-Ma'ruf Unggul


Menurut Ma'ruf, sesungguhnya Jokowi bisa memilih calon wakil presiden yang akan mendampinginya pada Pemilu 2019 dari berbagai kalangan, termasuk dari profesional, ekonom, dan bahkan politikus.
 
"Pak Jokowi bisa saja memilih kalangan profesional, memilih politikus, ekonom, tapi beliau tidak. Sebenarnya Pak Jokowi sangat mencintai para kiai dan santri," ujar Ma'ruf Amin.
 
Pintu masuk
 
Bagi Ma'ruf, menjadi cawapres merupakan pintu masuk atau jalan bagi warga NU lainnya di masa mendatang agar lebih berperan aktif dalam menjaga bangsa dan negara.
 
"Seperti ini juga agar NU bisa berkiprah. Siapa tahu ini merupakan awal, jadi jalan, siapa tahu ada kader NU yang jadi presiden," tuturnya.
 
Oleh karena itu, doa, restu, dan dukungan ulama sangat diperlukan sehingga saat pertemuan bersama para kiai selanjutnya nanti dirinya sudah berkapasitas sebagai wakil presiden.
 
"Pak Jokowi memulai zikir nasional di Istana, padahal selama 70 tahun tidak pernah (Istana) melakukan kegiatan itu. Pak Jokowi itu orangnya memiliki keberanian dalam mengubah tradisi yang sebelumnya tidak pernah ada," pungkasnya.





(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id