Lembaga survei yang tergabung dalam anggota Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menggelar Expose Data Quick Count Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (20/4). Foto: MI/Bary Fathahilah
Lembaga survei yang tergabung dalam anggota Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menggelar Expose Data Quick Count Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (20/4). Foto: MI/Bary Fathahilah

Hasil Hitung Cepat Tak Perlu Ditanggapi Emosional

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 21 April 2019 08:30
Jakarta: Guru Besar Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Asep Saefudin meminta semua pihak tak emosional menanggapi hasil hitung cepat (quick count) Pemilu 2019. Lembaga-lembaga survei di bawah naungan Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) melaksanakan hitung cepat dengan integritas tinggi.
 
"Buktinya, hari ini mereka berani menunjukkan transparansi datanya. Anda bisa lihat dapur dari tiap lembaga di bawah Persepi yang melaksanakan quick count,"kata Asep di Jakarta, Sabtu, 20 April 2019.
 
Asep mengatakan, hitung cepat adalah proses metodologi yang menggunakan nalar akademis sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Hitung cepat juga merupakan bukti kemajuan dan modernisasi demokrasi Indonesia di mana metodologi ilmu pengetahuan dijadikan basis dalam berpolitik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data dan metode hitung cepat yang bisa dipertanggungjawabkan seharusnya tak perlu dipermasalahkan. Apalagi sampai menuding hasil hitung cepat sebagai kebohongan atau upaya menggiring opini.
 
"Tidak perlu baper (bawa perasaan) dengan hasil hitung cepat. Selama ada data yang benar dan metode secara statistika berani dibuka, ya hasilnya akurat," kata Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) itu.
 
Anggota Dewan Etik Persepi Hamdi Muluk meminta politisi-politisi tidak perlu melontarkan pernyataan menuduh prosedur dan metodologi yang dilakukan lembaga survei sebagai kebohongan. Seluruh lembaga survei dibawah naungan Persepi dijamin memiliki data yang dapat dipertanggungjawabkan.
 
"Tuduhan-tuduhan yang dilontarkan ke kami justru membuat mereka jadi seperti anti-sains, kan," kata Hamdi.
 
Sepuluh lembaga anggota Persepi yang melaksanakan hitung cepat pada Pemilu 2019 lalu, melakukan ekspose data untuk menunjukkan hasil akhir, sampel, serta metodologi yang dilakukan selama proses hitung cepat. Lembaga tersebut antara lain Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Cyrus Network, Saiful Mujani Research Center (SMRC), Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik, Populi Center, Charta Politika, Indo Barometer, Poltracking, dan Konsep Indonesia.
 
Baca: BPN Ditantang Buka Data Penghitungan Suara
 
Tim Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tak terima dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Mereka mengadukan lembaga survei itu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
"Kami dari BPN Prabowo-Sandi khususnya Tim Advokasi dan Hukum ke KPU RI dalam rangka melaporkan beberapa lembaga survei yang selama beberapa hari ini menyiarkan berita yang tidak benar, hoaks, dan bahkan menyesatkan," kata Koordiantor Pelaporan BPN, Djamaluddin Koedoeboen di Gedung KPU, Jakarta, Kamis, 18 April 2019.
 
Djamaluddin menuding lembaga-lembaga survei yang memenangkan paslon 01 tidak netral dan berpihak. Mereka bahkan menuding lembaga-lembaga survei itu terkesan menjadi timses paslon 01.
 
Calon presiden 02 Prabowo Subianto juga terang-terangan menyerang lembaga survei penyelenggara quick count. Ia menyebut lembaga survei yang hasil hitung cepatnya memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin membohongi publik.
 
Baca: Hitung Cepat Jadi Alat Kontrol Kecurangan Pemilu
 
"Hei lembaga survei bohong, Kau bisa bohongi penguin di Antartika, rakyat Indonesia tidak mau dibohongi Kamu lagi," tegas Prabowo saat berorasi di kediamannya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 19 April 2019.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif