Massa pendemo sidang gugatan Pilpres 2019 membubarkan diri. Foto:Medcom.id/ Ilham Pratama Putra
Massa pendemo sidang gugatan Pilpres 2019 membubarkan diri. Foto:Medcom.id/ Ilham Pratama Putra

Pedemo Sidang MK Membubarkan Diri

Pemilu gugatan ke mk sengketa pilpres pilpres 2019
Ilham Pratama Putra • 14 Juni 2019 17:25
Jakarta: Massa aksi gabungan yang mengawal sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 mulai membubarkan diri. Titik kumpul massa di sekitar kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat berangsur sepi.
 
Pantauan Medcom.id massa mulai membubarkan diri pukul 16.40 WIB. Mobil komando milik salah satu ormas juga telah meninggalkan lokasi. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat karena menggelar aksi dengan tertib. Situasi di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat aman terkendali.
 
"Ada aksi massa dan hari ini sudah clear, karena mereka berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik, dengan kami sore ini. Kami dalam proses pernormalan arus. Beberapa arus saat ini masih ditutup," kata Harry di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jum'at 14 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya belum memastikan kapan pengalihan lalu lintas berakhir. Aparat berkoordinasi menormalisasi kawasan sekitar Jalan Medan Merdeka Barat. Setidaknya saat ini sekitar 12 ribu TNI-Polri masih berjaga. Sidang sangketa pilpres 2019 sudah selesai sekitar pukul 15.10 WIB.
 
Sidang hari ini mengagendakan pembacaaan permohonan. Sidang ditunda hingga Selasa, 18 Juni 2019 untuk mendengar jawaban termohon, pihak terkait dan Bawaslu. Jadwal sidang berikutnya mundur satu hari dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya Senin, 17 Juni 2019.
 
Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan waktu tambahan bagi pihak termohon, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan pihak terkait yakni tim hukum calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk memberikan jawaban terkait permohonan perbaikan yang diajukan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Perbaikan lantaran tim Prabowo-Sandiaga menambahkan banyak permohonan baru dalam perbaikan.
 

(WHS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif