Kotak suara. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Kotak suara. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Golput Ideologis dan Apatis Jadi Momok

Pemilu pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 26 Maret 2019 19:44
Jakarta: Pemilik suara yang memutuskan tak menggunakan haknya atau golongan putih (golput) diramalkan marak saat Pemilihan Umum 2019. Mereka dinilai bakal menjadi momok bagi kedua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
 
Peneliti lembaga survei Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengategorikan golput dalam tiga jenis. Pertama, golput ideologis. Keberadaan mereka menjadi pekerjaan rumah dari dua pasang kandidat untuk meyakinkan pemilih.
 
"Mereka secara sadar melihat dua kandidat tidak sesuai dengan ekspektasinya. Di satu sisi dia tidak puas dengan kinerja (capres) Jokowi, di sisi lain dia tidak sreg dengan (pasangan capres) Prabowo Sandiaga," kata Ali di Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Golput jenis kedua adalah mereka yang tak memilih karena faktor teknis. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kata dia, perlu menjadikan ini hal serius.
 
Golput jenis ini berdampak pada pemilih yang tak paham mengenai teknis dan waktu pemilihan. Dengan adanya sosialisasi yang lebih masif, besar kemungkinan mereka ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi.
 
"Ketiga, golput apatis. Mereka cuek tidak mau datang ke TPS (tempat pemungutan suara) karena tidak tertarik dengan proses pemilu. Yang kita lihat, pemilih yang golput apatis ini didominasi oleh pemilih dengan usia muda," jelas Ali.
 
Masing-masing pasangan calon, disebut Ali akan merasakan dampak dari golput ideologis dan golput apatis. Pasangan petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin, misalnya, perlu menelaah kebijakan lantaran golput ideologis awalnya berniat memilih tetapi memutuskan urung.
 
Baca: Dinamika Politik Jadi 'Bumbu' Survei
 
Ali menduga golput ideologis disebabkan kekecewaan karena beberapa kebijakan yang menurut mereka tak sesuai. Salah satunya soal polemik pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dan juga penangkapan dosen Robertus Robert.
 
"Sehingga ada beberapa pemilu yang awalnya dia memilih Jokowi memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Sama seperti dengan bentuk kekecewaan," tutur Ali.
 
Sementara itu, kubu penantang akan terdampak oleh golput apatis. Hal ini dikorelasikan dengan target pasangan calon 02 menyasar kaum milenial. Namun, banyak generasi muda yang cenderung apatis terhadap pesta demokrasi.
 
"Yang paling dirugikan adalah 02 karena potensi suaranya akan berkurang," kata Ali.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif