Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana. Foto: Biro Pers Setpres.
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana. Foto: Biro Pers Setpres.

Presiden Ingin Stabilitas Keamanan Terjaga

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Dheri Agriesta • 23 April 2019 12:47
Bogor: Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa barat. Dalam pembukaannya, Presiden sempat menyinggung perihal stabilitas keamanan.
 
"Kepada para menteri, kepala lembaga, Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto), Kapolri (Jenderal Tito Karnavian), dan Kepala BIN (Budi Gunawan), saya minta agar stabilitas keamanan dan ketertiban terus dijaga," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa, 23 April 2019.
 
Jokowi sadar terdapat riak-riak kecil usai pemilihan umum (pemilu) serentak. Namun, ia tak ingin riak kecil itu membesar dan mengganggu ketertiban umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai mengganggu keamanan, ketertiban, dan rasa aman masyarakat," kata Jokowi.
 
Kepala Staf Presiden Jenderal Purn Moeldoko menyebut Presiden hanya mengingatkan menteri dan kepala lembaga. Saat ini, kata Moeldoko, seluruh pihak perlu waspada.
 
"Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman," kata mantan Panglima TNI itu.
 
Hal itu menjadi alasan Kepala Negara menekankan isu stabilitas kepada Panglima TNI dan Kapolri. Pasalnya, ketertiban dan Keamanan merupakan tanggung jawab institusi tersebut.
 
"Supaya TNI dan Polri lebih fokus lagi memahami situasi," kata Moeldoko.
 
Indonesia baru saja menggelar pemilu serentak untuk pertama kalinya. Pemilu ini meliputi pemilihan presiden dan pemilihan legislative secara bersamaan.
 
Sebanyak dua pasangan calon bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Mereka adalah pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
Baca: KPU Usul Pemilu Serentak Dibagi Dua Jenis
 
Berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan usai pemilu, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebut unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Jokowi-Amin memperoleh rata-rata perolehan suara sebesar 54 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Angka yang ditampilkan dalam hitung cepat sejatinya tak beda jauh dengan sistem informasi hasil hitung suara (situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU). Per siang ini, Jokowi meraih 55,12 persen suara, sedangkan Prabowo 44,88 persen dalam sistem resmi dari KPU ini.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif