Tim Pemenangan Jokowi Sebut Kasus Bayi Stunting Menurun
Ilustrasi. Medcom.id/Rizal.
Jakarta: Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Andi Saiful Haq menyebut angka bayi yang mengalami stunting (lambat pertumbuhan) terus menurun. Pada 2013 angka bayi stunting 37 persen dan menurun menjadi 30,5% di tahun 2018.
 
Hal itu diucapkan Andi menanggapi ucapan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo yang menyebut 38 persen anak-anak di Indonesia mengalami stunting growth.
 
"Selain terlalu menyederhanakan masalah, Tim Prabowo-Sandi sedang berupaya memanipulasi angka bayi stunting yang menurut mereka cukup tinggi. Padahal sejak 2013 angka tersebut jauh menurun, dari 37 persen menjadi 30,5 persen di tahun 2018," kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 23 Oktober 2018.
 
Terkait masih adanya kasus bayi kekurangan gizi, Andi menyebut pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan gizi bayi.
 
"Masalah ini memang kompleks, pemerintahan Jokowi sudah menempuh berbagai cara. Di antaranya memberikan program nutrisi tambahan secara nasional. Tapi persoalan ini lebih banyak karena persoalan akses terhadap sarana kesehatan," kata caleg DPR RI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari Dapil Sulawesi Selatan I itu.

Baca: Anak Tetap Berisiko Stunting meski Terlihat Aktif


Dia mengatakan, pemerintah terus bekerja membuka wilayah-wilayah yang sulit diakses. Seperti sarana prasarana kesehatan, mendorong tenaga kesehatan bertugas di daerah terpencil serta menaikkan anggaran untuk perlindungan sosial, kesehatan dan pendidikan.
 
Seperti diketahui, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, berdasarakan data bank dunia 38 persen anak-anak di Indonesia mengalami stunting growth.
 
Daerah terbanyak di Jawa Timur yang mencapai hampir 50 persen. Hal itu kata Hashim bisa menjadi bencana nasional jika tidak diperbaiki atau ditanggulangi.
 
"Menurut bank dunia saat ini 38 persen anak-anak di Indonesia mengalami stunting growth, itu nasional. Tapi sudah terbukti di Jawa Timur, di Probolinggo 49,3 persen. Masa depan anak-anak di Jawa Timur ini merupakan bencana," kata Hashim, Sabtu, Oktober 2018.





(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id