Penambahan TPS Pangkas Waktu Penghitungan Suara
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mochammad Afifuddin - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019 sebanyak 805.075 titik. Jumlah ini bertambah dari rencana awal yang hanya sekitar 500 ribu TPS.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengatakan penambahan jumlah TPS ini untuk memangkas waktu penghitungan suara. Mengingat, jumah pemilih di satu TPS mencapai 500 orang.


"Karena kami dan KPU berpikir agar penghitungan suara tidak sampai larut malam," kata Afif ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Oktober 2018.

Afif mengatakan pemilu serentak 2019 berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Untuk pertama kalinya, pemilih akan disodorkan lima surat suara sekaligus yaitu surat suara pemilihan anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota, anggota DPD, dan Presiden dan Wakil presiden.

(Baca: KPU Gencarkan Sosialisasi Aturan Kampanye)

"Jumlah kotaknya suaranya ada lima, apalagi ada orang yang harus kita isi absen, tandatangan, atau paraf. Jadi ini lebih efisiensi dari wkatu yang tidak terlalu lama di TPS," tukasnya. 

Afif mengatakan efisiensi waktu penghitungan suara ini dilakukan agar proses penghitungan suara bisa diselesaikan di hari yang sama dengan pemungutan suara. Ketentuan itu tertuang dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. 

Pasal 383 mengatakan: 

(1) Penghitungan suara di TPS/TPSLN dilaksanakan setelah waktu pemungutan suara berakhir.

(2) Penghitungan suara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dilakukan dan selesai di TPS/TPSLN yang bersangkutan pada hari pemungutan suara.



(JMS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id