KY Bakal Pantau Daerah Rawan Konflik Pemilu
Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus -- MTVN/Arga Sumantri
Jakarta:Komisi Yudisial (KY) bakal memantau sekitar 200 lingkungan peradilan di daerah yang berpotensi konflik pada Pemilu 2019. KY bakal memetakan daerah mana saja yang berpotensi pada Pemilu 2019.

"Kita akan melakukan pemantauan masif di berbagai daerah. Kurang lebih 200 lingkungan peradilan yang akan kita bagi peta-peta potensi yang menimbulkan konflik saat pemilu," kata Ketua KY Jaja Ahmad Jayus di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Agustus 2018.


Jaja bakal berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memetakan daerah rawan konflik tersebut. Saat ini, KY belum memiliki gambaran secara utuh daerah mana saja yang rawan konflik pemilu.

Baca: Tiga Daerah Rawan Konflik Pilkada 2018

Namun, KY telah memiliki data daerah mana saja yang pernah bersengketa pada pemilu sebelumnya. "Kita juga akan melakukan advokasi kepada hakim yang berpotensi terjadi gangguan dari para pencari keadilan," jelas Jaja.

Selain pengawasan, KY juga memberikan pelatihan kepada sejumlah hakim yang bakal menangani berkas perkara pemilu. Ketua Bidang Pencegahan KY Joko Sasmito mengatakan KY telah memberikan pelatihan kepada 80 hakim pemilu selama dua hari. "Tahun depan akan dilakukan lagi," kata Joko.

KY berharap para hakim dapat memahami substansi perkara pemilu. Hal ini mencegah terjadinya konflik mengingat banyak aturan baru dalam UU tentang Pemilu.

"Ada masukan dari KPU, Bawaslu, bahwa ada dugaan yang banyak pengaduan di daerah Jatim dan Sumut. Oleh karena itu pelatihan hakim difokuskan di Medan dan Surabaya," jelas Joko.



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id