Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Foto: MI/Ramdani
Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Foto: MI/Ramdani

Jokowi-Ma'ruf Kuasai Perth

Pemilu pilpres 2019
Faisal Abdalla • 07 Mei 2019 19:55
Jakarta: Pasangan calon Presiden 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam perolehan suara WNI di Perth, Australia. Ini ditetapkan berdasarkan hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
Dalam rapat pleno terbuka yang digelar hari ini, Selasa, 7 Mei 2019 KPU akhirnya mengetok palu pengesahan setelah sebelumnya sempat tertunda lantaran ada ketidaksinkronan data dalam sertifikat hasil rekapitulasi penghitungan sura untuk wilayah kerja Panitia Penyelenggara Luar Negeri (PPLN) Perth.
 
Dalam penetapan ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 3.836 suara, jauh meninggalkan perolehan suara paslon Prabowo-Sandi yang hanya berhasil memperoleh 609 suara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PPLN Perth menetapkan 10.269 WNI sebagai pemilih, baik sebagai pemilih tetap (DPT), pemilih tambahan (DPTb), maupun pemilih khusus (DPK). Namun begitu, tak semua WNI terdaftar pemilih menggunakan hak suaranya.
 
Dalam formulir DA I, tercatat hanya 4.561 WNI yang datang menggunakan hak suaranya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 116 suara dinyatakan tidak sah. Pemungutan suara di Perth menggunakan metode pos dan tempat pemungutan suara luar negeri (TPS LN).
 
Kemenangan Jokowi-Ma'ruf juga diikuti oleh kemenangan partai-partai pendukungnya. Partai Solidaritas Indonesia tampil menjadi partai yang paling banyak dipilih WNI di Perth, dengan perolehan suara mencapai 1.652 suara baik yang diberikan langsung ke partai maupun perolehan suara calon anggota legislatif PSI.
 
Perolehan suara PSI ditempel ketat oleh perolehan suara PDI Perjuangan yang berhasil meraup suara partai maupun caleg sebanyak 1.408 suara.
 
KPU sejauh ini telah merekap dan menetapkan hasil pemilu di 56 wilayah kerja PPLN luar negeri. Sejauh ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendominasi perolehan suara di luar negeri.
 
Sebelumnya, KPU menunda penetapan hasil rekapitulasi PPLN Perth. Penundaan dilakukan atas rekomendasi Bawaslu yang menemukan ketidaksingkronan sejumlah elemen data.
 
Baca:KPU Baru Selesaikan Rekapituliasi Suara di 39 PPLN
 
"Ada beberapa catatan perbaikan yang harus dilakukan. Pertama, perbaikan kolom data pengguna hak pilih ini tidak sinkron dengan data pengguna surat suara," kata Ketua Bawaslu, Abhan di Gedung KPU, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.
 
Selain itu, Abhan mengatakan ketidaksinkronan juga terjadi pada data suara sah dan tidak sah, baik pemilihan legislatif DPR RI atau surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden. Padahal seharusnya jumlah surat suara sah dan tidak sah harus sama dengan jumlah data pengguna hak pilih.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif