Analis Politik Exposit Strategic Arif Susanto (kanan). MI/M Irfan.
Analis Politik Exposit Strategic Arif Susanto (kanan). MI/M Irfan.

Politik Identitas Dinilai Tak Mempan buat Milenial

Pemilu generasi milenial
Ilham Pratama Putra • 31 Desember 2018 07:35
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperkirakan jumlah pemilih berusia 17 hingga 34 tahun bakal mendominasi Pemilu Serentak 2019. Suara dari generasi milenial itu dinilai bakal memengaruhi hasil pemilu tahun depan.
 
Analis Politik Exposit Strategic Arif Susanto menilai isu politik identitas yang kerap digunakan sejumlah pihak untuk meraup suara tak bakal mempan buat generasi milenial.
 
"Pemilih muda, bebas dari masa Suharto apalagi Soekarno. Dan mereka lebih egaliter. Meraka lebih mudah terima plularisme," kata Arif di Kantin Kendal, Minggu, 30 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arif meminta kedua kubu yang bertarung di Pilpres 2019 mencari tema lain dalam berkampanye. Pasangan calon sebaiknya menghindari politik identitas dan mengedepankan program serta visi dan misi.
 
Masa kampanye telah berjalan sekitar dua bulan. Namun, Arif merasa kedua kubu masih terus berusaha menciptakan perpecahan di masyarakat dengan berbagai sensasi politik.
 
"Bikin sesuatu yang berlebihan. Menciptakan disinformasi, kita dibikin bingung. Bukan lagi kekuatan data, tapi argumen yang tak masuk akal," ujar Arif.
 
Arif menyebut para politikus sebaiknya bijak dalam berkampanye untuk meraih suara generasi milenial. Karena, pemilu tahun ini juga membentuk generasi milenial di pemilu berikutnya.
 
"Ini pertarungan bagi kita semua. Akan kemana arah demokrasi ini, 2024 akan ada generasi baru politik. Seharusnya hadir dengan gaya baru politik. Tidak lagi isu agama. Negara ini dibangun lewat kita untuk semua," kata Arif.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif