Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Marsekal Hadi Tjahjanto. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Marsekal Hadi Tjahjanto. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

TNI-Polri Diimbau Tak Berfoto Menggunakan Simbol Capres

Pemilu pilpres 2019
Achmad Zulfikar Fazli • 02 Januari 2019 19:17
Lampung: Para anggota TNI dan Polri diimbau tidak bergaya dengan simbol seperti nomor urut salah satu pasangan calon presiden. Imbauan tersebut terkhusus disampaikan kepada TNI-Polri angkatan 1987, 1992, dan Lemhanas angkatan 20.
 
"Kami dengan Bapak Panglima sudah sepakat, karena nanti akan disalah tafsirkan, kita sudah mengimbau kepada teman-teman angkatan 87, kemudian 92, Lemhanas angkatan 20, selama kontestasi (Pilpres), jangan mengggunakan simbol itu dulu, nanti saja kalau sudah selesai kontestasi," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Lampung Selatan, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Tito menjelaskan, foto dengan simbol tersebut jadi ciri dari angkatan 92, 87, dan Lemhanas angkatan 20. Kebetulan simbol jarinya mirip dengan salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu juga fotonya diambil jauh sebelum penetapan pasangan calon tadi. Jadi angkatan 87, angkatan saya punya kode jari itu (jempol dan telunjuk diangkat), sudah lama sekali, sudah lebih dari 20 tahun," papar Tito.
 
Hal senada diungkapkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Menurut dia, simbol itu menandakan soliditas dan sinergitas angkatan untuk mempersatukan.
 
"Dan akhir-akhir ini muncul kode itu kembali yang nantinya akan menganggap bahwa TNI-Polri tidak netral," ucap Hadi.
 
Hadi menegaskan TNI-Polri harus tetap menjaga netralitasnya dalam menghadapi kontestasi pemilihan presiden yang akan berlangsung pada April 2019.
 
"Saya sampaikan TNI-Polri menjaga netralitas dan simbol-simbol itu adalah untuk kebersamaan, tidak ada maksud lain dan diambil sebelum pasangan calon mengambil nomor urut," kata Hadi.
 
Pada Pilpres 2019, pasangan capres Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut satu. Sementara itu, capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno memperoleh nomor urut dua.

 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif