Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Sekjen Partai Hinca Pandjaitan dan Bendahara Umum Indrawati Sukadis. Foto: MI/Susanto
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Sekjen Partai Hinca Pandjaitan dan Bendahara Umum Indrawati Sukadis. Foto: MI/Susanto

SBY Kumpulkan Petinggi Demokrat di Singapura

Pemilu partai demokrat pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 20 April 2019 23:29
Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan hari ini mengumpulkan seluruh petinggi partai di Singapura. Pertemuan tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.
 
“Saya ketemu Pak SBY sebagai Sekjen, rapat dengan Ketum,” kata Hinca saat dihubungi wartawan, Sabtu, 20 April 2019.
 
Hinca enggan membeberkan apakah pertemuan itu berkaitan dengan surat edaran SBY yang meminta kader Demokrat menarik dari dari BPN. Perihal ada tindakan-tindakan inkonstitusional oleh kubu Prabowo Subianto. “Rapat biasa saja,” ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal senada disampaikan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Pertemuan rapat di Singapura sebatas pertemuan rutin. Ia membantah ada pembahasan khusus terkait surat kemarin.
 
Ia hanya menyebut pimpinan Demokrat hanya berbincang dengan SBY sekaligus menjenguk Ani Yudhoyono yang tengah dirawat di National Univesity Hospital, Singapura.
 
“Ngobrol aja sambil nengok Bu Ani bareng Pak Hinca,” ujar Andi saat dihubungi.
 
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi arahan pada kadernya melalui surat edaran. Salah satunya agar politisi Demokrat tak mengikuti kegiatan inkonstitusional.
 
Hal tersebut dibenarkan Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin. "Betul, intinya di butir dua," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis, 18 April 2019.
 
Butir kedua dalam surat perintah SBY berbunyi, memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.
 
Adapun poin pertama dalam perintah itu berkaitan dengan perkembangan situasi politik pascapemilihan umum. SBY menyebut ada ketegangan yang muncul dan membahayakan politik dan keamanan di Indonesia.
 
Baca:SBY Larang Kader Demokrat Ikut Kegiatan Inkonstitusional
 
"Saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air," demikian dikutip dari surat perintah SBY.
 
Sementara pada butir ketiga, SBY meminta para kader melapor jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan.
 
Di poin terakhir, SBY menegaskan agar pesan tersebut dilaksanakan seluruh kader. Surat dengan tembusan ke Waketum Demokrat Syarief Hasan dan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono itu juga meminta kader Demokrat di Badan Pemenangan Nasional (BPN), balik kanan.
 
Baca:Beda Arah Prabowo dan SBY
 
Mereka diperintahkan kembali ke Wisma Proklamasi 41 atau DPP Demokrat, untuk berkonsolidasi. Adapun Amir Syamsuddin tak memandang perintah itu sebagai bentuk keluarnya Demokrat dari Koalisi Adil dan Makmur.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif