Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung - Medcom.id/Husen Miftahudin.
Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung - Medcom.id/Husen Miftahudin.

Akbar Tandjung Pertanyakan Relevansi People Power dengan Hasil Pemilu

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Husen Miftahudin • 19 Mei 2019 17:44
Jakarta: Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung mempertanyakan ajakan people power yang didengungkan sejumlah kelompok massa untuk menolak hasil Pemilu 2019. Sebagai negara demokrasi, ia meminta, pihak yang merasa dirugikan mengadu kepada institusi yang punya kewenangan.
 
"Dalam pelaksanaan (pemilu) bisa saja terjadi ada penyimpangan, apalagi ini ada nuansa politik. Tetapi juga ada institusi sebagai tempat kita untuk melakukan katakanlah gugatan atau protes, gunakanlah insitusi-institusi yang ada ini," ketus Akbar dalam acara Milenial Melangkah Maju di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu, 19 Mei 2019.
 
Pihak yang tak setuju dengan hasil pemilu, ucapnya, bisa mengadu kepada Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, aduan tersebut harus pula disertakan dengan bukti-bukti yang menguatkan terjadinya dugaan penyimpangan dalam proses dan penyelenggaraan pesta demokrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harus menghormati institusi yang kita miliki. Gunakanlah Bawaslu, gunakanlah Mahkamah Konstitusi," tegas Akbar.
 
(Baca juga:Pemuda Muhammadiyah Banyumas Diimbau Tak Ikut People Power)
 
Di lain hal,politikus senior Partai Golkar itu berharap seluruh masyarakat menghormati keputusan penyelenggara pemilu. Sebab menghormati lembaga/insitusi penyelenggara pemilu, ucap dia, akan meningkatkan kualitas demokrasi.
 
"Saya menegaskan bahwa kita harus menghormati konstitusi, institusi juga harus kita hormati. Oleh karena itu, tentu saja harus kita hormati yang pada 22 Mei nanti KPU akan menyampaikan hasil daripada perolehan suara pilpres," tutur dia.
 
Apalagi KPU sudah melakukan penghitungan suara sejak selesainya hari pencoblosan di 17 April lalu. "Oleh karena itu, kita juga semuanya harus menghormati putusan daripada KPU, hasil daripada penghitungan suara," pungkas Akbar.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif