Politikus Golkar Yoris Raweyai. Foto: MI/Mohamad Irfan
Politikus Golkar Yoris Raweyai. Foto: MI/Mohamad Irfan

Yoris: Syarat Pencalonan DPD Justru Lebih Ringan

Pemilu pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 25 Januari 2019 13:42
Jakarta: Yoris Raweyai menjadi salah satu calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang mundur dari kepengurusan partai. Ia memilih mundur dari jabatan ketua DPP Golkar karena syarat yang sekarang lebih ringan daripada aturan sebelumnya.
 
"Jadi, yang tidak boleh itu adalah yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sebagai pengurus partai. Karena ada aturan itu, ya, kita ikuti saja," kata Yoris saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 25 Januari 2019.
 
Ia sepakat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) supaya calon fokus pada DPD. Prinsip Yoris, selama dirinya masih menjadi kader Golkar, tak ada masalah. "Kalau aturan bilang dua, (lepas) anggota parpol dan kepengurusan parpol, saya tidak mau lepas," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yoris bersama 16 kader Golkar yang mundur dari kepengurusan. Diantaranya yakni Fadel Muhammad dan Muhyidin. Menurutnya, hal ini telah disepakat bersama dengan DPP Golkar.
 
Baca: KPU Pelajari Surat PTUN Terkait OSO
 
Sebelum mundur, Yoris terlebih dulu berkonsultasi dengan pengurus pusat partai. Misalnya terkait keanggotaan dan tujuan Yoris. Ujungnya, DPP mengikhlaskan politisi itu untuk berkiprah di DPD.
 
"Ya sudah kalian berkiprah di situ, yang penting keanggotaan masih tetap. Dan itu kita dapat surat resmi dari DPP bahwa kita melakukan konsultasi," sebut Yoris.
 
Ia mengaku tak bisa membayangkan jika peraturan masuk ke DPD masih sama seperti sebelumnya. Seseorang harus terlepas dari keanggotaan partai selama lima tahun, dan tidak boleh masuk kepengurusan partai di durasi yang sama. "Kalau saya punya pandangan aturan tidak seketat yang dulu," tandas Yoris.
 
Seperti diketahui, 203 calon legislatif DPD telah meneken surat pengunduran diri dari kepengurusan partai. Mereka menaati perintah KPU untuk biasa berpartisipasi di Pileg 2019.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif