Ketua KPU Arief Budiman - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Ketua KPU Arief Budiman - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

KPU Tunggu Sikap OSO

Pemilu pemilu serentak 2019
Fachri Audhia Hafiez • 18 Desember 2018 16:15
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menunggu sikap Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) untuk mundur dari pengurus partai. OSO akan maju sebagai anggota DPD daerah pemilihan Kalimantan Barat.
 
"Kita tunggu tanggal 21 Desember," singkat Ketua KPU Arief Budiman di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Desember 2018.
 
Arief enggan berkomentar banyak terkait langkah KPU bila OSO tak kunjung mengundurkan diri. Dia mengaku KPU telah mempertimbangkan berbagai hal terkait putusan Mahkamah Agung (MA) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, OSO bersikeras tak akan mundur dari kepengurusan partai Hanura. Dia menganggap batas yang diberikan oleh KPU terhadap dirinya adalah hal yang melanggar hukum.
 
"Itu pelanggaran hukum. Masih kita beri kesempatan untuk dia berpikir secara konstitusi," ujar OSO di Jakarta, Senin, 17 Desember 2018.
 
(Baca juga:OSO Bungkam Ditanya Soal Syarat KPU)
 
KPU sebelumnya menggugurkan pencalonan OSO dalam Pemilu 2019 lantaran Tidak Memenuhi Syarat (TMS). OSO dianggap tidak menyerahkan surat pengunduran diri dari partai politik, karena tercatat sebagai anggota partai.
 
Dalam Putusan MK nomor 30/PUU-XVI/2018 disebutkan, anggota DPD dilarang rangkap jabatan sebagai anggota partai politik.
 
OSO lantas menggugat putusan itu ke MA dan PTUN. Mahkamah Agung mengabulkan gugatan uji materi OSO terhadap Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2018 terkait syarat pencalonan anggota DPD.
 
Majelis Hakim PTUN juga menelurkan putusan serupa dengan membatalkan surat keputusan (SK) KPU yang menganulir OSO sebagai calon anggota DPD lantaran masih menjadi anggota partai.
 

 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif