Ketua KPU Arief Budiman memberikan santunan kepada keluarga almarhum Umar Mahdi, anggota KPPS di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Ketua KPU Arief Budiman memberikan santunan kepada keluarga almarhum Umar Mahdi, anggota KPPS di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Pemilu Serentak 2019 Dianggap Terlalu Berat bagi KPPS

Pemilu pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 03 Mei 2019 11:41
Jakarta: Keluarga Umar Mahdi, anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 68, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menganggap pemilu serentak kemarin terlalu berat. Pesta demokrasi ini menyebabkan Umar meninggal setelah menjalankan tugas.
 
"Bapak saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang meninggal dunia karena pelaksanaan KPU (Komisi Pemilihan Umum) ini pemilu yang memang menurut saya tidak masuk akal," kata Erwiyati, anak Umar, di kediamannya, Kebon Jeruk, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Menurut dia, pemilu serentak tahun ini terlalui memforsir tenaga petugas KPPS di lapangan. Untuk itu, Erwiyati berharap KPU dan pihak terkait merevisi secara cepat untuk mengubah sistem pemilihan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Supaya pelaksanaanya disesuaikan jangan sampai jam kerja terlalu padat. Jadi mulai dari membagikan, anggota KPPS pada H-3 sudah mulai bagikan kertas undangan C6," ujar Erwiyati.
 
Erwiyati menceritakan ayahnya memang mempunyai riwayat penyakit jantung sebelum meninggal. Namun, saat menjalankan tugas pemilu, kondisi ayahnya dalam keadaan prima.
 
Ayah Erwiyati baru merasakan sakit usai dua hari setelah pencoblosan. Ayahnya dinyatakan meninggal usai mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pelni.
 
Baca: Belum Semua Petugas KPPS yang Wafat Terdata
 
"Sebelum hari pencoblosan atau sebelum ini bapak sempat teleponan, beliau mengatakan bahwa Bapak senang melakukan ini. Jadi setelah masuk RS Pelni dia nyatakan bahwa Bapak syaraf otak kirinya sudah mati semua, Bapak mengalami kelumpuhan dan juga stroke," tutur Erwiyati.
 
KPU menyambangi keluarga almarhum Umar Mahdi untuk memberikan santunan berupa uang tunai Rp 36 juta kepada ahli waris. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan tidak akan mendatangi keseluruhan keluarga korban pemilu. Hanya beberapa saja yang akan disambangi dalam waktu dekat.
 
Pemberian bantuan tunai secara langsung hanya untuk beberapa orang pertama saja. Untuk selanjutnya, kata Arief, pembemberian santunan akan dilakukan menggunakan sistem transfer ke rekening ahli waris.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif