Pendataan Pemilih Disabilitas Mental Tak Perlu ke Jalanan
Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta:Pendataan penyandang disabilitas mental sebagai pemilih, harus dilakukan secara efisien. Petugas tak perlu menyisir jalanan untuk mendata orang dengan gangguan jiwa.

"Yang paling mungkin dilakukan ya pendataan di panti sosial, kemudian di rumah- rumah. Jadi fokusnya seperti itu," kata Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochamad Afifuddin di Jakarta, Rabu, 21 November 2018.


Menurutnya, cara tersebut paling efektif, karena para penyandang disabilitas mental juga terdata. Sehingga tak memerlukan surat keterangan dari ahli kejiwaan.
Selain itu, pendataan juga bisa dilakukan dari rumah ke rumah, yang terindikasi terdapat penyandang disabilitas mental.

Dengan cara yang tepat sasaran itu, Afif berpendapat, tak ada gesekan dalam pendataan. Mengingat, masih banyak masyarakat yang menganggap keterbelakangan mental atau gangguan jiwa lain sebagai aib.

Baca: Bawaslu: Hak Pilih Disabilitas Mental Harus Diselamatkan

Bawaslu sendiri, kata Afif, tak setuju apabila pendataan dilakukan dengan skema yang rumit. Apalagi mewajibkan surat dari ahli kejiwaan.

Pasalnya, KPU sendiri sudah menyetujui rekomendasi Bawaslu mendata penyandang disabilitas mental.

Artinya, kata dia, surat atau keterangan dokter yang termaktub dalam PKPU Nomor 11 Tahun 2018, tak lagi diperlukan. "Justru kalau mau mendata kemudian dimintai surat, malah tidak memberikan fasilitas kepada warga penyandang difabilitas," sebut Afif.

Silakan saja KPU mendata, kata dia, dengan pendataannya lebih sederhana dan efisen. Jika sudah terlihat bahwa calon pemilih menderita gangguan jiwa berat, maka otomatis hak pilihnya gugur.  Menurutnya, data yang dihimpun Bawaslu sampai saat ini, ada sekitar 5 ribu penyandang disabilitas. Termasuk para penyandang disabilitas mental.



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id