Demokrat Belum Menangguk Untung dari Prabowo
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Jansen Sitindaon - MI/Susanto.
Jakarta:Partai Demokrat merasa belum perlu mengampanyekan pasangan capres/cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dari survei internal, pasangan ini sama sekali belum memberikan efek elektoral ke Partai Demokrat.

"Kalau ada nilai tambahnya, ini kan persoalan efek mengalir atau tidak suara capres/cawapres yang kita dukung ke  tubuh Partai Demokrat. Itulah yang sering dikatakan pengamat cottail effect itu, efek ekor jas," kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansean Sitindaon saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 15 November 2018.


Dari survei internal, elektabilitas Partai Demokrat stagnan, sebelum dan sesudah mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo. Pasangan ini hanya mendongkrak elektabilitas Partai Gerindra sebagai pengusung utama.

"Artinya kalau elektabilitas Prabowo-Sandi sekian begitu, Partai Demokrat yang terbaru 7-8 Persen. Jadi, tanpa mendukung Prabowo-Sandi pun angka kami sudah segitu dari kemarin," ujar Jansean.

Baca: Demokrat Siap Buktikan Ucapan Andi Arief

Jansean meminta Prabowo-Sandi bisa mengalirkan efek elektabilitas mereka ke parpol koalisi pendukung. Bukan saja untuk Partai Gerindra yang otomatis mendapatkan efek ekor jas.

"Jadi kalau sekarang ini memang efek ekor jasnya belum masuk. Yang masuk itu baru ekor kaos belum jas, jadi belum mewah," terangnya

Jansean merasa tak ada jaminan efek elektoral, Demokrat tak berani bertaruh ikut mengampanyekan Prabowo-Sandi. Prioritas utama partai optimalisasi suara di pemilu legislatif.

"Kalau Demokrat memang prioritas pertama kami hari ini adalah keselamatan. Baru kalau di titik tertentu partai kami dipikir sudah selamat baru kita masuk ke pilpres," kata dia.



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id