Suasana diskusi bertajuk 'Partai Dalam Garis Ambang Batas' . Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.
Suasana diskusi bertajuk 'Partai Dalam Garis Ambang Batas' . Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

Parpol Diminta Tak Halalkan Segala Cara

Pemilu pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 27 Oktober 2018 17:31
Jakarta: Partai politik (Parpol) diminta tidak menghalalkan segala cara di Pemilu 2019 untuk mencapai ambang batas parlemen (parliamentary threshold) empat persen.
 
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini menilai partai politik terlalu percaya diri menaikkan ambang batas parlemen saat pembahasan undang-undang pemilu.
 
"Konsekuensi logis dari meningkatnya ambang batas parlemen adalah semakin mengurangi jumlah partai yang masuk ke parlemen, tetapi di sisi lain, hal ini juga menimbulkan anomali," kata Titi saat diskusi bertajuk 'Partai Dalam Garis Ambang Batas' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Titi mengatakan saat itu fraksi-fraksi di DPR percaya diri menaikkan angka ambang batas parlemen lantaran persyaratan untuk menjadi peserta pemilu dibuat sangat sulit. Dengan skenario demikian, parlemen memperkirakan jumlah parpol peserta pemilu tidak akan bertambah.
 
Namun pada kenyataannya, Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan Pasal 173 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan mewajibkan seluruh partai politik diverifikasi ulang untuk menjadi peserta pemilu.
 
"KPU punya waktu sangat terbatas. Sehingga aturan yang ketat itu dilonggarkan. Verifikasi keanggotan yang harusnya dengan sistem sensus menjadi sampel. Di tingkat kecamatan tidak di verifikasi. Ini kemudian jadi anomali. Dugaan kita partai akan berkurang, justru bertambah jadi 16," kata Titi.
 
Baca: Ambang Batas Parlemen Hampir Pasti 4%
 
Oleh karenanya Titi mengatakan pertarungan Pileg 2019 menjadi sangat sengit. Dia meminta partai politik tidak menggunakan segala cara untuk meraih suara
 
"Yang paling saya khawatirkan keinginan untuk lolos ambang batas parlemen ini disikapi dengan segala cara. Termasuk dengan politik uang dan sebagainya. Ini jangan sampai terjadi," tegasnya.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif