Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

34 TKD Jokowi-Ma'ruf Matangkan Strategi Pemenangan

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
M Sholahadhin Azhar • 07 Desember 2018 18:46
Jakarta: Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) mengumpulkan Tim Kampanye Daerah (TKD) dari 34 provinsi. Mereka berkonsolidasi demi pemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2018.
 
Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menyebut langkah ini juga untuk merespons perkembangan elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu. Pasalnya, beberapa jajak pendapat menunjukkan peningkatan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.
 
"Survei menunjukkan bahwa gerak kita makin positif," kata Hasto di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, tren positif itu harus segera disambut. Terlebih banyak hal terkait kinerja petahana selama empat tahun terakhir yang harus disosialisasikan. Potensi itu harus bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak elektabilitas.
 
Jokowi harus disosialisasikan apa adanya, sebagai sosok pemimpin yang merangkul. "Terlebih lagi, KH Ma'ruf Amin muncul sebagai sosok ulama yang benar-benar muncul dari bawah. Ini semua menjadi kekuatan kesatupaduan kita," sebut Hasto.
 
Wakil Ketua TKN-KIK Abdul Kadir Karding menambahkan materi konsolidasi salah satunya mengenai penguatan sosialisasi dari berbagai medium. Misalnya, di media sosial dan melalui para calon legislatif.
 
Karding berharap semua komponen pemenangan bisa bekerja dengan strategi serta metode berjalan dari pintu ke pintu. Hal ini sesuai dengan yang kerap dilakukan petahana untuk blusukan dari satu daerah ke daerah lain.
 
Baca:TKN Genjot Elektabilitas di 10 Provinsi
 
"Jadi kita mengkonsolidasi teman-teman TKD agar nanti sepulang dari sini mereka memiliki bekal yang cukup, persepsi yang sama, bagaimana mengorkestrakan pemenangan Jokowi-Kiai Ma'ruf di daerahnya masing-masing," beber dia.
 
Mengenai caleg, Karding menyebut harus ada bendera besar yang menaungi para calon dari sembilan partai koalisi. Mereka harus menyadari arti koalisi, terlepas dari persaingan sehat yang dilakukan di daerah pemilihan (dapil).
 
Hal seperti itu, kata dia, terbukti berhasil di negara seperti Brasil dan Meksiko. Efek ekor jas nantinya akan menyebar secara merata. Ini tentunya bisa terjadi dengan upaya kerja keras dari para caleg.
 
"Itu artinya kami akan saling bahu membahu, saling bantu membantu. Menang tanpa saling menggerogoti, menang karena saling mendukung," tekan dia.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif