PKB Tak Khawatir Efek Ekor Jas
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding. Foto: MI/Susanto
Jakarta: Pertama kalinya dalam sejarah, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dilaksanakan pada hari yang sama yaitu pada 17 April 2019 mendatang. Pemilu serentak tersebut bisa menimbulkan kegamangan bagi partai politik untuk sepenuh hati mendukung pasangan capres-cawapres yang mereka usung.

Pasalnya, di sisi lain mereka harus bekerja keras meraih kursi di legislatif. Pengerahan segala mesin partai untuk dukungan kepada capres-cawapres belum tentu menyokong perolehan suara bagi caleg parpol yang bersangkutan. Namun, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Karding Kadir tidak khawatir perihal tersebut.


"Kalau saya melihatnya bahwa sebenarnya kita biasa saja enggak perlu khawatir. Yang dibutuhkan justru membalik bahwa yang ikut kita adalah capres," terangnya, seperti dikutip dari Media Indonesia, Jakarta, Minggu, 2 Desember 2018.

Pernyataan Karding tersebut, dapat diartikan bahwasanya capres membutuhkan partai-partai politik, baik dengan mesin partainya maupun calegnya. Menurutnya, tak bisa dipungkiri jika capres membutuhkan mesin partai untuk menyosialisasikan dan mendorong agar memiliki elektabilitas yang baik.

Ia melanjutkan, yang bisa dilakukan capres saat ini adalah memperkuat kerja caleg dan disetiap jaringan tim caleg oleh semua partai di dapil masing masing untuk mengurangi efek ekor jas. Kemudian Karding menambahkan, kampanye yang dilakukan partai akan membantu elektabilitas pasangan salah satu capres.

"Kampanye oleh partai melalui calegnya justru akan membantu elektabilitas capres. Banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya mulai dari seluruh APK (alat peraga kampanye) harus ada calon presiden. Kemudian seluruh forum kampanye harus mengampanyekan diri sendiri juga calon presiden. Jadi ini soal cara strategi saja," jelas Karding.

Baca: Hanura Manfaatkan Keberhasilan Petahana Kerek Elektabilitas

Ia juga mengungkapkan, proses pemilu serentak pernah dialami di beberapa negeri, namun tidak mengakibatkan efek ekor jas. Menurut dia, itu tergantung dari sudut pandang.

"Ada beberapa pengalaman luar negeri yang pemilunya bersamaan baik Pilpres dan Pileg, tidak otomatis berakibat adanya efek ekor jas. Itu cara pandang saja, yang penting partai paham betul memenangkan paslon presidennya dan menargetkan kursi di DPR," tandasnya. (Insi Nantika Jelita)



(DMR)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id