Anggota Bawaslu Fritz Edward. MI/Susanto.
Anggota Bawaslu Fritz Edward. MI/Susanto.

Bawaslu Tak Hadirkan Saksi di Sidang PHPU Pilpres

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Faisal Abdalla • 19 Juni 2019 09:21
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak akan menghadirkan saksi fakta maupun saksi ahli dalam sidang sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) pilpres. Bawaslu merasa cukup memberikan berkas jawaban dan alat buktinya.
 
"Bawaslu tidak memberikan kesaksian atau memanggil para saksi dan keterangan ahli," kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di Jakarta, Selasa, 19 Juni 2019.
 
Baca: Hakim Minta BW Tak Beri Kesan MK Menyeramkan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fritz mengatakan jawaban Bawaslu dalam sidang dirangkum dari keterangan petugas dari tingkat desa hingga kabupaten dan kota. Keterangan itu merupakan laporan penanganan dugaan pelanggaran sepanjang proses tahapan pemilu.
 
Bawaslu juga menyerahkan alat bukti berupa surat dan dokumen kepada Mahkamah Konstitusi. Dokumen itu berisi hasil pengawasan selama kampanye hingga rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu.
 
"Ada juga beberapa putusan yang sudah dikeluarkan Bawaslu, dan putusan itu kami jadikan sebagai bukti," tambahnya.
 
Pada sidang kedua PHPU pilpres, KPU sebagai pihak termohon, capres petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pihak terkait, dan Badan Pengawas Pemilu sebagai pihak terkait, sudah menjawab dalil yang diajukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pemohon. Bawaslu fokus memaparkan kasus pelanggaran yang pernah ditangani.
 
Sidang ketiga mengagendakan pemeriksaan saksi yang diajukan oleh kubu Prabowo-Sandi. Selanjutnya MK akan mendengarkan saksi yang diajukan pihak KPU pada persidangan Kamis, 20 Juni 2019. Sementara saksi dari pihak terkait akan didengarkan pada persidangan Jumat, 21 Juni 2019.
 
Baca: KPU dan Kubu Jokowi Tunggu Saksi Kubu Prabowo
 
MK membatasi jumlah saksi yang dapat dihadirkan dalam persidangan. Masing-masing pihak diberi jatah menghadirkan saksi maksimal 15 saksi fakta dan ahli.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif